Kampiunnews|Jakarta – Kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 resmi memasuki fase penentuan. Dua tim telah memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional, BRI Super League musim 2026/2027, sementara satu tiket terakhir masih menjadi rebutan sengit melalui partai play-off.
Garudayaksa FC menjadi tim pertama yang memastikan promosi. Klub yang belum genap berusia satu tahun itu tampil sebagai fenomena baru sepanjang musim dan sukses mencuri perhatian publik sepak bola nasional.
Tim asuhan Widodo C. Putro menunjukkan konsistensi luar biasa sejak awal kompetisi. Garudayaksa tampil stabil di Grup 1 dan akhirnya menutup musim reguler sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 52 poin dari 27 pertandingan.
Perjalanan Garudayaksa menuju BRI Super League tidak diraih dengan mudah. Sebagai tim debutan, mereka mampu melewati tekanan persaingan dengan mengandalkan organisasi permainan yang solid, pertahanan disiplin, serta kombinasi pemain muda dan senior berpengalaman.
Secara statistik, Garudayaksa menjadi salah satu tim paling komplet di Liga 2 musim ini. Mereka hanya kebobolan 19 gol sepanjang musim, menjadikannya pertahanan terbaik di grup. Kehadiran pemain senior seperti Andik Vermansyah memberi keseimbangan dan kepemimpinan di ruang ganti.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kapasitas Widodo C. Putro sebagai pelatih spesialis promosi. Sebelumnya, ia juga sukses membawa Persik Kediri dan Persita Tangerang naik ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sementara itu, PSS Sleman memastikan tiket promosi kedua setelah tampil dominan di Grup 2. Super Elang Jawa kembali ke kasta tertinggi hanya semusim setelah mengalami degradasi.
Tim besutan Ansyari Lubis mengunci promosi usai meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIS Semarang pada laga penentuan. Hasil tersebut memastikan PSS finis di puncak klasemen Grup 2 dengan raihan 56 poin dari 27 pertandingan.
Perjalanan PSS menuju BRI Super League juga penuh tekanan. Sebagai tim besar dengan dukungan suporter fanatik, PSS datang ke Liga 2 dengan target wajib promosi. Mereka sempat menghadapi persaingan ketat dengan Persipura Jayapura, namun mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim dan unggul head to head meski memiliki poin sama.
Kebangkitan cepat PSS menjadi bukti bahwa klub asal Sleman tersebut tetap memiliki fondasi kuat untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.
Partai final Liga 2 musim ini pun akan mempertemukan Garudayaksa FC melawan PSS Sleman dalam format single match. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung menarik karena mempertemukan tim debutan penuh kejutan melawan klub tradisional sarat pengalaman.
Di sisi lain, perebutan satu tiket promosi terakhir masih akan berlangsung panas melalui laga play-off. Tiket tersisa menuju BRI Super League akan diperebutkan oleh Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC.
Persipura datang dengan pengalaman dan mental kompetisi yang kuat sebagai salah satu klub legendaris Indonesia. Sementara Adhyaksa FC tampil sebagai kekuatan baru yang mampu memberikan kejutan sepanjang musim.
Pemenang laga play-off tersebut akan menjadi tim ketiga yang menyusul Garudayaksa FC dan PSS Sleman promosi ke BRI Super League 2026/2027. Kehadiran tim-tim baru dan kembalinya klub besar dipastikan akan membuat persaingan musim depan semakin kompetitif dan menarik perhatian publik sepak bola Tanah Air.
Sementara itu, persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/2026 juga berlangsung dramatis hingga pekan terakhir. Ketatnya perebutan tiket bertahan membuat persaingan zona degradasi menjadi salah satu sorotan utama musim ini.
PSBS Biak dan Semen Padang dipastikan menjadi dua tim yang harus turun kasta ke Liga 2 musim depan setelah gagal keluar dari tekanan sepanjang kompetisi. Kedua tim kesulitan menjaga konsistensi performa, terutama saat memasuki fase akhir musim.
Namun, satu slot degradasi terakhir masih menjadi pertaruhan sengit antara Persis Solo dan Madura United. Kedua tim kini berada dalam tekanan besar karena hanya terpaut dua poin di klasemen sementara.
Persis Solo sedikit berada di atas angin, namun posisi mereka belum sepenuhnya aman. Sementara Madura United masih memiliki peluang bertahan apabila mampu meraih hasil maksimal di laga tersisa sembari berharap rivalnya terpeleset.
Situasi ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Tidak hanya soal taktik dan kualitas permainan, faktor mental pemain juga diyakini akan menjadi penentu dalam perebutan tiket bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Persaingan di zona degradasi musim ini menunjukkan tingginya level kompetitif BRI Super League. Klub-klub papan bawah terus berjuang hingga akhir demi menjaga eksistensi mereka di kompetisi elite nasional.
Dengan persaingan perebutan gelar juara, tiket kompetisi Asia, hingga drama degradasi yang berlangsung ketat, BRI Super League 2025/2026 menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.






