Kampiunnews|Bone – Liburan pasca Lebaran Idul Adha berujung tragis. Salah seorang pemuda warga Pallengoreng, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Sulawesi Selatan, Hadi (24), tewas tenggelam di Pantai Tete, Kecamatan Tonra, Kamis 28/5 kemarin.
Hadi tewas terseret arus laut setelah melakukan aksi heroik menolong adik dan keponakannya yang terbawa arus pasang ke tengah laut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA saat korban bersama keluarga sedang menikmati hari libur pasca Lebaran.
Jenazah Hadi ditemukan sekitar pukul 17.15 WITA oleh tim gabungan Basarnas dibantu masyarakat setempat. Korban langsung dievakuasi ke kediamannya di Lingkungan Pallengoreng, Kelurahan Biru, Bone.
Di hari yang sama, sebanyak 28 pemuda yang menikmati liburan pasca Lebaran Idul Adha terjebak air bah di Sungai Usa, Desa Usa, Kecamatan Palakka, Bone. Meski seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat, kejadian tersebut sempat membuat mereka trauma dan menangis usai diselamatkan oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan informasi warga setempat, warga merasa heran menemukan belasan motor yang terparkir di sekitar lokasi sungai hingga jelang magrib.
“Biasanya jelang magrib sudah tak ada pengunjung, tetapi ini sudah magrib masih ramai motor. Kemana pemiliknya?” jelas Akhmad.
Masyarakat mulai menduga para pemilik motor terjebak air bah pasca hujan deras di Kecamatan Palakka. Tim gabungan dari BPBD Bone, Basarnas, Satpol PP, TNI-Polri bersama masyarakat kemudian berjibaku melakukan proses penyelamatan setelah menerima laporan adanya puluhan warga terjebak air bah dan tersesat di gunung.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 19.00 WITA dan langsung dibawa ke Puskesmas Usa untuk pemeriksaan kesehatan,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bone, M. Nur Fajar.
Adapun 28 warga yang berhasil dievakuasi adalah Nur Fadillah (21), Nur Faisah (11), Mutiara (24), Nur Sakila Putri (12), Wakia (10), Faidil (20), Muh Fahri (23), A. Reski (21), Alif (22), Aditia (19), Fadil (20), Alfasia (11), Ahmad Aufar (15), Andi Andra Saputra (16), Bayu (22), Arya Bahar (22), Ahmad Rhyu (17), Raja Irawan (16), Muh Fadli Ansa (17), Farel (16), Muh Gio Fardan (16), Dwiki (17), Muh Rafli (18), A. Muh Fahri (18), A. Naufal Atsir (17), Ramdani Wahid (18), A. Muh Alfatir (17), dan Adil (23).
Dari dua kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone melalui BPBD Bone mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pegunungan dan aliran sungai, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu banjir bandang secara tiba-tiba.(red_subaer)






