Kampiunnews|Jakarta – Di sela-sela menunggu kehadiran Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada sesi ketiga diskusi nasional pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Ketua Dewan Kehormatan GEKIRA sekaligus mantan Ketua Umum GEKIRA periode sebelumnya, Fary Djemi Francis, membagikan pengalaman dan pandangannya kepada para kader Kristiani Partai Gerindra yang hadir dari seluruh Indonesia.
Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Batam (BP Batam) itu menegaskan bahwa Rakernas harus menghasilkan gagasan-gagasan produktif dan terukur yang dapat memperkuat kapasitas organisasi serta meningkatkan daya saing kader dalam kontestasi politik mendatang.
Menurut Fary, GEKIRA perlu menyiapkan kader secara sistematis jika ingin mewujudkan target meraih 12 kursi legislatif, sebagaimana dicanangkan Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, saat pembukaan Rakernas.
Untuk mencapai target tersebut, Fary menawarkan 5 pilar strategis yang dapat menjadi fondasi pengembangan organisasi sekaligus alat percepatan kaderisasi politik GEKIRA.
Pilar pertama adalah pembentukan GEKIRA Leadership Academy, yakni sekolah politik yang dirancang untuk mencetak kader-kader berkualitas yang siap bertarung di tingkat legislatif maupun eksekutif.
Pilar kedua adalah membentuk Talent Pool Nasional, sebagai basis data kader potensial yang dapat dipersiapkan untuk berbagai kebutuhan kepemimpinan organisasi maupun penugasan politik di masa depan.
Pilar ketiga adalah Laboratorium Kebijakan, yang berfungsi sebagai pusat kajian, riset, dan penyusunan rekomendasi kebijakan publik sehingga GEKIRA tidak hanya menjadi organisasi politik, tetapi juga menjadi sumber gagasan dan solusi bagi masyarakat.
Pilar keempat adalah program Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, yang mendorong kader untuk hadir dan bekerja di tengah masyarakat jauh sebelum masa kampanye. Dengan demikian, kader GEKIRA dikenal karena karya dan pengabdiannya, bukan semata-mata karena aktivitas politik menjelang pemilu.
Sedangkan pilar kelima adalah program Road to Parlemen, berupa pendampingan kader secara intensif melalui mentoring politik, pelatihan komunikasi publik dan debat, magang politik, serta pemetaan daerah pemilihan yang tepat bagi calon-calon legislatif potensial.
“Kalau lima pilar ini dijalankan secara konsisten, saya optimistis GEKIRA dan Partai Gerindra akan memiliki kader-kader unggul yang mampu bersaing dan memenangkan kepercayaan rakyat,” ujar Fary.
Usai melakukan seminar nasional, Rakernas diakhiri dengan persidangan yang membahas berbagai program kerja dan rekomendasi Rakernas GEKIRA. Usai itu Ketua Umum GEKIRA Nikson Silalahi menutup Rakernas, Sabtu (13/6/2026). Penutupan Rakernas menandai berakhirnya agenda konsolidasi nasional yang berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh pengurus GEKIRA dari 34 provinsi.
Dalam sambutannya, Nikson menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan Rakernas pertama di era kepemimpinannya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia yang dipimpin Bung Melki Suawah dan Bung Charles Lumban Gaol beserta seluruh tim yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada seluruh pengurus daerah GEKIRA dari 34 provinsi yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Atas nama Pengurus Pusat GEKIRA, dengan ini Rakernas GEKIRA saya nyatakan ditutup secara resmi,” ujar Nikson.
Menurut Nikson, Rakernas bukan hanya forum evaluasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat peran GEKIRA sebagai organisasi sayap Partai Gerindra dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan memperluas basis dukungan politik di tengah masyarakat.
Selama Rakernas, peserta membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan struktur organisasi, kaderisasi, komunikasi politik, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi memenangkan agenda politik Partai Gerindra pada pemilu mendatang.
Ketua Panitia Rakernas I GEKIRA, Melki Suawah, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan.
“Persiapan Rakernas ini cukup panjang dan penuh tantangan. Namun kami bersyukur seluruh agenda dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan berbagai keputusan strategis bagi masa depan organisasi,” ujar Melki.
Ia menambahkan bahwa kehadiran peserta dari 34 provinsi menunjukkan semakin kuatnya konsolidasi organisasi di tingkat nasional. Rakernas menjadi titik awal untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kapasitas organisasi, serta memperkokoh dukungan terhadap Partai Gerindra dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan berakhirnya Rakernas GEKIRA, seluruh pengurus daerah diharapkan segera menindaklanjuti berbagai keputusan dan rekomendasi yang telah dihasilkan menjadi program kerja nyata di daerah masing-masing. Semangat kebersamaan, loyalitas, dan militansi kader yang terbangun selama Rakernas diharapkan menjadi modal utama GEKIRA untuk terus tumbuh sebagai organisasi yang solid, modern, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.






