Kampiunnews|Kota Kupang โ Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (6/7/2026), ini menandai dimulainya proses pembinaan 36 siswa-siswi terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat.
Dari 249 pendaftar yang mengikuti proses seleksi panjang dan kompetitif, hanya 36 pelajar terbaik yang terpilih untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Serena memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang telah berhasil menembus tahapan seleksi yang tidak mudah.
Dalam sambutannya, Serena menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar tentang kemampuan mengibarkan bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, ini adalah momentum pembentukan karakter generasi muda yang akan menjadi aset bangsa.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kota Kupang yang telah terpilih melalui proses yang ketat. Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar belajar baris-berbaris atau mengibarkan Sang Merah Putih pada 17 Agustus nanti. Lebih dari itu, kalian sedang ditempa menjadi generasi yang memiliki disiplin, integritas, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Serena dengan penuh semangat.
Sebagai purna Paskibraka tahun 2015, Serena turut berbagi pengalaman pribadinya kepada para peserta. Ia menilai pengalaman selama menjalani karantina atau yang dikenal dengan istilah “Desa Bahagia” akan membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa korsa yang menjadi bekal berharga dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Wakil Wali Kota juga memberikan perhatian khusus kepada para pelatih, pamong, dan panitia untuk menerapkan pola pembinaan yang lebih humanis. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan tanpa kekerasan fisik. Meski sanksi ringan seperti push-up atau sit-up masih dapat diterapkan sebagai bentuk pembinaan, Serena meminta agar tidak ada tindakan yang mengarah pada kekerasan.
“Saya percaya di zaman sekarang pendekatan yang lebih humanis dalam mendidik karakter adalah yang paling penting. Saya harap tidak ada kekerasan fisik. Jika ada keluh kesah atau kekurangan, silakan sampaikan langsung kepada saya karena program ini berada dalam pengawasan langsung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Paskibraka Tahun 2026 mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Surat Edaran Deputi Bidang Perlindungan dan Perintisan BPIP Nomor 1 Tahun 2025 serta Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 6 Tahun 2025.
Proses seleksi dimulai sejak 20 Januari 2026 melalui aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP. Sebanyak 249 pelajar SMA/SMK dari seluruh Kota Kupang mengikuti tahapan seleksi administrasi, tes kesamaptaan, hingga pantukhir sebelum akhirnya ditetapkan 36 calon Paskibraka tingkat kota.
Dari hasil seleksi tersebut, tujuh peserta berhasil lolos sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, dua pelajar terbaik asal Kota Kupang terpilih menjadi calon Paskibraka tingkat nasional, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi daerah.
Diklat dan masa karantina calon Paskibraka Kota Kupang berlangsung mulai 1 Juli hingga 14 Agustus 2026. Setelah menjalani latihan intensif, para peserta akan mengikuti latihan kotor dan latihan bersih sebelum dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Kupang pada 15 Agustus 2026.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Kupang Yanuar Dally, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang Noce Nus Loa beserta jajaran, para pelatih, pamong, serta 36 calon (red_ton) anggota Paskibraka Kota Kupang Tahun 2026. (red_ton)






