Kampiunnews|Kupang โ Menjelang kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi), ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berbagai informasi menyesatkan atau hoaks mulai bermunculan di media sosial. Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah tudingan adanya mobilisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pembagian uang kepada masyarakat untuk menyambut kedatangan Jokowi di Kota Kupang.
Informasi tersebut bahkan dikaitkan dengan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur.
Namun, berdasarkan klarifikasi resmi, informasi yang beredar tersebut tidak benar atau hoaks.
Salah satu unggahan yang viral di media sosial Facebook menyebutkan bahwa Wali Kota Kupang menginstruksikan seluruh OPD untuk memobilisasi massa sekaligus membagikan uang kepada masyarakat agar hadir menyambut kedatangan Joko Widodo.
Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai komentar dari warganet. Padahal hingga saat ini, Pemerintah Kota Kupang tidak pernah mengeluarkan surat edaran, instruksi, pengumuman, maupun pernyataan resmi terkait mobilisasi aparatur maupun pembagian uang sebagaimana yang diklaim dalam unggahan tersebut.
Dengan demikian, informasi yang beredar dipastikan tidak memiliki dasar fakta dan masuk dalam kategori hoaks.
Pengamat komunikasi digital menilai, menjelang kunjungan tokoh nasional, ruang digital sering kali dipenuhi informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh narasi yang provokatif, terutama yang berasal dari akun anonim atau unggahan tanpa sumber yang jelas.
Penyebaran informasi palsu bukan hanya berpotensi menyesatkan publik, tetapi juga dapat menciptakan keresahan serta memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Kupang mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Melalui akun Kota Kupang Bebas Hoaks, pemerintah mengingatkan pentingnya budaya literasi digital agar ruang media sosial tetap sehat dan kondusif.
“Pemerintah Kota Kupang mengingatkan agar masyarakat melakukan cek dan mencari tahu kebenaran suatu informasi sebelum memposting atau membagikannya di media sosial. Saring sebelum sharing. Cek fakta sebelum percaya. Jika menemukan informasi yang diduga hoaks, segera laporkan. Bersama kita wujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan bebas dari hoaks.”
Masyarakat Dukung Penyebaran Informasi yang Benar
Sejumlah warga Kota Kupang yang mengikuti perkembangan isu di media sosial berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kalau belum ada pengumuman resmi, sebaiknya jangan langsung percaya. Sekarang informasi di media sosial sangat cepat menyebar, jadi kita harus lebih teliti,” ujar Bela seorang warga Kupang asal Penfui.
Warga lainnya juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial.
“Perbedaan pandangan politik itu biasa, tetapi jangan sampai menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya. Mari kita jaga situasi Kota Kupang tetap aman dan kondusif,” katanya.
Senada dengan itu, sejumlah tokoh masyarakat menilai literasi digital menjadi kunci untuk menangkal penyebaran hoaks, terutama menjelang kunjungan tokoh nasional yang biasanya menyedot perhatian publik.
Masyarakat diimbau hanya mengacu pada informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah maupun lembaga yang berwenang. Dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, masyarakat turut berperan menjaga stabilitas informasi dan menciptakan ruang digital yang bertanggung jawab.
Kehadiran tokoh nasional semestinya menjadi momentum mempererat persatuan, bukan justru dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang dapat memecah belah masyarakat. (red_ton)






