Kampiunnews|Batam – Kota Batam bersiap menjadi panggung pertemuan tiga generasi sepak bola dalam Batam International Football Series 2026 yang digelar pada 22–23 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Digagas BP Batam bersama Garuda Yaksa FC Academy, agenda tersebut tidak hanya menawarkan tontonan sepak bola, tetapi membawa misi membangun ekosistem sepak bola Batam secara berkelanjutan. Pembinaan usia dini, kompetisi internasional, hingga kehadiran para legenda sepak bola nasional dirangkai dalam satu momentum.
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Fun Game Timnas Indonesia Legend vs BP Batam Legend. Timnas Indonesia Legend akan diperkuat sejumlah mantan pemain dan figur penting sepak bola nasional, seperti Rully Nere, Rahmad Darmawan, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti, dan Patar Tambunan.
Sementara itu, BP Batam Legend akan diperkuat sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Deputi Bidang Investasi Fary Francis, serta Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano.
Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy, Fary Francis, menegaskan bahwa kehadiran para legenda bukan sekadar menghadirkan nostalgia.
Menurutnya, para legenda diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak Batam untuk berani bermimpi menjadi pesepak bola profesional.
“Kita tidak ingin berhenti pada fun game dan nostalgia. Legenda hadir untuk memberi inspirasi, grassroots menjadi fondasi regenerasi, dan pertandingan internasional menjadi jembatan agar anak-anak Batam berani bermimpi menuju panggung yang lebih besar,” ujar Fary Francis.
Semangat pembinaan tersebut juga diwujudkan melalui Batam International Grassroots Football Festival. Ajang ini menjadi ruang bagi pemain usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding, mengembangkan mental kompetitif, sekaligus menunjukkan potensi mereka.
Tak berhenti di level usia dini, Batam International Football Series 2026 juga menghadirkan International Trofeo yang mempertemukan sejumlah klub dari kawasan Asia Tenggara, yakni Geylang International FC Singapura, Indera FC Brunei, Garuda Yaksa FC, dan Batam Premium SC.
Kehadiran klub-klub tersebut membuka peluang bagi pemain Batam untuk merasakan atmosfer pertandingan dengan lawan dari luar negeri. Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi menjadi pusat kegiatan sepak bola regional.
Legenda Timnas Indonesia era 1980-an, Rully Nere, turut menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini. Menurutnya, pemain berkualitas tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan kompetisi, disiplin dan kesempatan.
“Pemain Timnas tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh dari lapangan-lapangan usia dini, dari kompetisi, disiplin dan kesempatan. Karena itu, festival seperti ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung dan keberanian untuk bermimpi membela Indonesia,” ujar Rully Nere.
Fary Francis menambahkan, konsep Batam International Football Series 2026 sengaja dirancang untuk mempertemukan tiga generasi sepak bola dalam satu ekosistem. Para legenda menjadi sumber inspirasi, pemain aktif mendapatkan ruang kompetisi, sedangkan anak-anak usia dini diposisikan sebagai fondasi regenerasi sepak bola masa depan.
Rangkaian kegiatan pada 22–23 Agustus 2026 ini juga menjadi bagian dari semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, disiplin, kompetitif dan mampu mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga.
Dari Batam, para legenda memberikan inspirasi, grassroots membangun regenerasi, sementara kompetisi internasional membuka jalan bagi talenta muda untuk melihat panggung yang lebih luas.
Satu Bangsa, Satu Semangat, Satu Tujuan: Indonesia Juara!






