Kampiunnews|Maumere – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan sejumlah infrastruktur di beberapa wilayah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan tim gabungan langsung melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi korban, serta penyaluran bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.
Berdasarkan data BNPB per 15 Agustus 2026 pukul 18.45, tercatat 47 orang meninggal dunia. Sementara kerusakan infrastruktur meliputi 346 unit rumah, 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 rumah ibadah, dan 6 bangunan kantor.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan duka dan belasungkawa mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak bencana gempa Flores.
“Saya mewakili seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan duka dan rasa belasungkawa bagi korban,” ujar Melki. Ia memastikan Pemerintah Provinsi NTT tidak bekerja sendiri dalam penanganan bencana, melainkan bersama Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta unsur terkait lainnya untuk mendampingi masyarakat terdampak.
Melki juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan korban, baik korban meninggal maupun luka-luka, serta kerusakan yang terjadi. Data di lapangan masih terus diperbarui seiring proses pendataan dan penanganan darurat.
Sebelumnya, dalam laporan awal pada Sabtu pagi, Melki menyebut lima orang meninggal dunia, dengan dua korban berada di Kabupaten Sikka dan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan di Flores mengalami putus dan longsor akibat gempa.
Di sisi lain, BNPB mengerahkan tim gabungan untuk mempercepat proses penyelamatan dan evakuasi. Pemerintah juga melakukan pemulihan jalur transportasi dan komunikasi yang terdampak serta mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang tertutup longsor maupun reruntuhan.
Pesawat dan helikopter disiapkan untuk mendukung evakuasi serta distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Bantuan berupa makanan, air bersih, tenda, genset, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya terus didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan tim gabungan segera melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang masih membutuhkan bantuan.
Gempa Flores terjadi pada pukul 04.58 WITA dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Berdasarkan analisis kebencanaan, gempa berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan potensi tsunami. Masyarakat di wilayah pesisir pun diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.
Dengan kondisi sejumlah akses transportasi dan komunikasi yang terdampak, percepatan evakuasi menjadi prioritas utama. Pemerintah juga terus melakukan pendataan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang paling membutuhkan.







