Kampiunnews|Batam – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi refleksi atas perkembangan Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi nasional. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi, infrastruktur, konektivitas logistik, dan kemudahan berusaha terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Kinerja investasi Batam sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Setelah mencapai Rp17,48 triliun pada Triwulan I atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan, realisasi hingga Semester I terus meningkat.
Berdasarkan metode bottom-up BP Batam, investasi Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun, sedangkan berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tercatat Rp29,89 triliun. Capaian ini menunjukkan tingginya aktivitas investasi sekaligus memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, investasi tidak hanya diukur dari nilai yang masuk, tetapi juga dari kepastian berusaha, percepatan realisasi proyek, penciptaan lapangan kerja, dan dampaknya terhadap masyarakat.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.
Dengan target investasi 2026 sebesar Rp70 triliun, realisasi berdasarkan LKPM telah mencapai 42,70 persen, sedangkan metode bottom-up mencapai 55,67 persen dari target.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.
Li Claudia: Pelayanan Menjadi Kunci
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai peningkatan investasi harus diikuti kualitas pelayanan dan kepastian bagi investor.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur,” ujar Li Claudia.
Ia menegaskan, BP Batam akan terus memperkuat koordinasi agar investor tidak hanya datang, tetapi juga nyaman mengembangkan dan memperluas usahanya di Batam.
Pertumbuhan investasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026, atau bertambah 9.964 orang dengan pertumbuhan 32,16 persen.
Berdasarkan LKPM, realisasi Semester I sebesar Rp29,89 triliun terdiri atas PMA Rp17,80 triliun dan PMDN Rp12,09 triliun. Sementara berdasarkan metode bottom-up, realisasi Rp38,97 triliun terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.
Fary: Dorong Investasi Bernilai Tambah Tinggi
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, investasi ke depan diarahkan tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga kualitas dan nilai tambah.
Sektor yang dinilai potensial antara lain manufaktur berteknologi tinggi, data center, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik dan industri hilir.
“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.
Dengan realisasi Semester I yang telah melampaui separuh target berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis momentum pertumbuhan investasi dapat dipertahankan hingga akhir 2026.
Amsakar menegaskan, pertumbuhan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkasnya.
Batam pun terus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia menuju Asia Tenggara, dengan fokus memastikan investasi menghasilkan industri yang kuat, lapangan kerja yang luas, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.







