Kampiunnews|Jakarta – Roundnet merupakan olahraga permainan yang menggabungkan unsur gerak cepat, koordinasi, ketepatan, dan kerja sama tim. Olahraga ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari dua pemain dengan menggunakan sebuah net berbentuk bundar yang diletakkan mendatar di tengah permainan.
Cara bermainnya cukup sederhana. Bola dipukul menggunakan telapak tangan ke arah net sehingga memantul ke wilayah permainan lawan. Tim lawan kemudian harus mengembalikan bola dengan memukulnya kembali ke net dalam batas sentuhan yang diperbolehkan. Permainan berlangsung secara dinamis dengan pemain bergerak mengelilingi net untuk mengejar dan mengembalikan bola.
Roundnet dikenal berasal dari Amerika Serikat dan mulai berkembang luas sebagai olahraga rekreasi sebelum kemudian semakin diarahkan menjadi olahraga kompetitif. Salah satu daya tariknya adalah peralatan yang relatif sederhana, berupa net bundar dan bola, sehingga olahraga ini dapat dimainkan di berbagai tempat tanpa membutuhkan lapangan khusus berukuran besar.
Karakter tersebut membuat Roundnet memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas di Indonesia, mulai dari lingkungan sekolah, komunitas, masyarakat umum hingga pembinaan atlet prestasi. Selain relatif ekonomis, permainan Roundnet juga menuntut kecepatan, refleks, strategi, komunikasi dan kebugaran fisik.
Di Indonesia, pengembangan olahraga ini terus dilakukan oleh Federasi Roundnet Indonesia (FRI). FRI kini memantapkan langkah untuk menjadikan Roundnet sebagai salah satu cabang olahraga yang berkembang dan memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Pengurus Pusat Federasi Roundnet Indonesia (PP FRI) melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang mengusung tema “Langkah Pasti Menuju KONI”, Jumat (18/9/2026), di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Rakernas menjadi momentum strategis bagi FRI untuk memperkuat fondasi organisasi, menyatukan langkah seluruh pengurus daerah, sekaligus mematangkan persiapan pendaftaran Roundnet Indonesia sebagai cabang olahraga resmi di lingkungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri jajaran Pengurus Pusat FRI, di antaranya Ketua Umum Genta Fajar dan Sekretaris Jenderal Parto Bangun, serta perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) Roundnet dari berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, Banten, Papua Selatan, Jawa Barat, Sumatera Barat dan sejumlah provinsi lainnya.
Pengembangan Roundnet tidak hanya diarahkan sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga mulai dipersiapkan menuju olahraga prestasi. Karena itu, FRI terus membangun organisasi, memperluas jaringan kepengurusan, menggelar kompetisi, serta menyiapkan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya Pengprov yang terbentuk, FRI menargetkan Roundnet memiliki fondasi organisasi dan sistem pembinaan yang kuat sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Dalam Rakernas perdana tersebut, pembahasan program kerja difokuskan pada dua kelompok strategis sebagai landasan pengembangan FRI ke depan.
Pertama, bidang Hukum dan Organisasi, Hubungan Antar Lembaga, Ketenagaan dan SDM, serta Sarana dan Prasarana.
Kedua, bidang Pembinaan Prestasi, Event/Kompetisi dan Sponsorship, serta Penelitian dan Pengembangan.
Kedua fokus tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang lebih terstruktur, memperkuat pembinaan atlet, sekaligus menciptakan ekosistem kompetisi dan pengembangan Roundnet yang berkelanjutan di Indonesia.
Kejurnas Jadi Tahapan Penting Menuju KONI
Salah satu target jangka pendek FRI adalah menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Roundnet Indonesia.
Kejurnas menjadi bagian penting dalam perjalanan FRI untuk memperkuat pembinaan prestasi sekaligus memenuhi tahapan dan persyaratan administrasi menuju KONI sebagai cabang olahraga baru.
Saat ini, FRI telah memiliki 20 Pengprov Roundnet di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terus diperkuat melalui konsolidasi organisasi dan pembentukan jaringan kepengurusan di daerah.
Bagi FRI, perjalanan menuju KONI bukan sekadar persoalan administratif. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet, kompetisi yang teratur, serta menciptakan prestasi Roundnet Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Rakernas juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Federasi Roundnet Indonesia Provinsi DKI Jakarta.
Pelantikan dilakukan Ketua Umum PP FRI Genta Fajar kepada Ketua Pengprov FRI DKI Jakarta, Dr. Doby Putro Parlindungan, M.Pd., AIFO, beserta jajaran pengurusnya.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi di tingkat provinsi sekaligus mempertegas komitmen FRI dalam memperluas pembinaan dan pengembangan Roundnet di Indonesia.
Ketua Umum PP FRI Genta Fajar dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh pengurus agar tetap menjaga semangat dan konsistensi dalam membangun Roundnet Indonesia.
“Jangan menyerah. Kita sudah sejauh ini dalam perjuangan. Tinggal selangkah lagi menuju KONI. Dengan 20 Pengprov yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia, kita harus terus bergerak bersama, menjaga semangat, dan menyelesaikan apa yang telah kita mulai.”
Rakernas pertama FRI menjadi penegasan komitmen organisasi untuk melanjutkan pengembangan Roundnet melalui kerja organisasi yang terarah, kolaborasi antarprovinsi, pembinaan atlet, serta penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.
Dengan karakter olahraga yang relatif sederhana dan ekonomis, FRI melihat Roundnet memiliki ruang untuk terus tumbuh di tengah masyarakat. Penguatan sistem pembinaan diharapkan dapat membawa olahraga ini dari tahap pengenalan menuju olahraga prestasi nasional.
Langkah menuju KONI pun menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membangun Roundnet Indonesia yang semakin kuat, terorganisasi, memiliki kompetisi berjenjang, serta mampu melahirkan atlet berprestasi.







