Kampiunnews | Jakarta – Kiprah akademisi Indonesia Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc., di bidang ilmu sosial mendapat perhatian di tingkat internasional.
Frits, dosen dan Kepala Pusat Publikasi Ilmiah Asian Social Institute (ASI) Manila, Filipina, yang saat ini tengah mendapat dukungan luas menjadi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk negeri Filipina, direkomendasikan menjadi anggota Pontifical Academy of Social Sciences (PASS) di Roma, Vatikan.
Rekomendasi tersebut disampaikan Mina M. Ramirez, Ph.D., Presiden Emerita ASI sekaligus Ketua Dewan Pengawas ASI.
Surat rekomendasi itu telah dikirimkan kepada Pontifical Academy of Social Sciences di Roma dan mendapat respons dari Kardinal Peter Turkson selaku Kanselir lembaga tersebut.
“Surat rekomendasinya telah dikirimkan Mina M. Ramirez tahun lalu. Sudah direspons pihak Pontifical Academy of Social Sciences juga. Sekarang lagi proses penetapan dari pihak Pontifical Academy of Social Sciences,” kata Frits kepada media di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Frits mengatakan, proses tersebut masih menunggu keputusan dari pihak Pontifical Academy of Social Sciences. Ia menyebut dirinya direkomendasikan untuk mewakili Indonesia dalam keterwakilan akademisi ilmu sosial dari kawasan Asia.
Pontifical Academy of Social Sciences merupakan akademi ilmiah kepausan yang didirikan Paus Yohanes Paulus II pada 1 Januari 1994. Lembaga ini berfokus pada pengembangan ilmu-ilmu sosial, antara lain ekonomi, sosiologi, ekologi, hukum, dan ilmu politik.
Para anggotanya berasal dari kalangan ilmuwan dan akademisi internasional dengan kepakaran di berbagai bidang ilmu sosial.
Rekomendasi terhadap Frits berkaitan dengan rekam jejak akademik dan publikasinya.
Ia menyelesaikan pendidikan magister bidang sosial, sosiologi, dan antropologi di Asian Social Institute Manila dengan predikat Summa Cum Laude.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Ateneo de Manila University (ADMU), Filipina, dengan konsentrasi ilmu sosial. Kajian akademiknya berfokus pada bidang sosiologi dan antropologi.
Selama menempuh pendidikan di ADMU, Frits juga mendapat kepercayaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila untuk mengajar di pusat studi bahasa, budaya, dan sejarah Indonesia, selain menjadi penulis naskah pidato dan sambutan dari Duta Besar maupun Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Manila.
Ia juga menjadi dosen tamu di ADMU untuk bidang bahasa, kebudayaan, dan sejarah Indonesia dalam waktu yang lama. Kegiatan tersebut dilakukan melalui Modern Languages Department di bawah School of Humanities serta Ateneo Center for Asian Studies (ACAS) untuk para peneliti Ateneo maupun non-Ateneo yang berminat pada studi-studi Indonesia.
Selain mengajar, Frits aktif menghasilkan karya akademik. Ia telah menulis lebih dari 25 buku dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta berbagai artikel ilmiah di bidang antropologi dan Asian Studies.
Sejak 2020, Frits dipercaya memimpin Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Graduate Studies di Asian Social Institute Manila, lembaga pendidikan yang menjadi tempat akademisi dari berbagai negara Asia menempuh studi ilmu sosial.
Proses penetapan Frits sebagai anggota Pontifical Academy of Social Sciences hingga kini masih berlangsung. Jika hal tersebut terjadi, maka Frits menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di Akademi Ilmu Sosial Kepausan Vatikan, yang menjadi penasihat Paus dalam ilmu sosial Asia.







