Kampiunnews|Cimahi – Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda unggul sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Jumat, 30 Oktober tahun 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi,” ujar Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama pembangunan bangsa (nation building) dan harus dimulai sejak usia dini hingga pendidikan tinggi.
“Kunci daripada keberhasilan nation building adalah pendidikan. Pendidikan dari sangat awal, pendidikan dari sebelum lahir, pendidikan orang tua, pendidikan usia dini, pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, pertama, sekolah lanjutan, dan seterusnya,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan berkualitas membutuhkan investasi besar. Karena itu, pengelolaan sumber daya negara harus dilakukan secara bertanggung jawab dan bebas dari korupsi, penyelewengan, serta penyalahgunaan wewenang.
“Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar, kita butuh dana yang besar. Karena itu sumber daya bangsa harus diamankan, sumber daya bangsa harus dijaga. Sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh diselewengkan, tidak boleh dikorupsi. Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa,” ujarnya.
Menurut Presiden, pendirian SMA Taruna Nusantara merupakan bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesehatan fisik, kematangan jiwa, integritas, dan moralitas.
“Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik. Seleksi yang baik unggul, tidak unggul hanya otaknya, unggul badannya, unggul jiwanya, unggul hatinya,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas harus terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa membedakan latar belakang ekonomi, suku, ras, maupun agama.
Kepada para siswa, Prabowo berpesan agar belajar dengan tekun. Sementara para pamong dan guru diminta memberikan bimbingan, pendidikan, serta keteladanan yang membentuk karakter dan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Tanamkan terus nilai patriotisme, integritas. Daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda, pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara,” pesan Presiden.
SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi dibangun di atas lahan seluas 30,2 hektare, dilengkapi 30 ruang kelas dan berbagai fasilitas pendukung. Saat ini, kampus tersebut menampung 677 siswa.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), Sugiono, menyampaikan apresiasi atas peresmian kampus tersebut. Ia berharap kehadiran fasilitas pendidikan ini dapat menjadi investasi penting bagi masa depan Indonesia.
“Kampus SMA Taruna Nusantara dipersembahkan untuk masa depan bangsa dan negara. Dan semoga kami putra-putri Taruna Nusantara ini bisa terus mengemban amanah lahirnya kampus tercinta tersebut,” ujarnya.
Usai peresmian, Presiden Prabowo meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk Ruang AeroNautica. Presiden juga melihat hasil riset dan inovasi siswa, antara lain alat pembasmi nyamuk berbasis getaran ultrasonik berdaya hybrid serta smart irrigation system.
Prabowo berharap lembaga pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa.
“Bibit-bibit unggul ini, hasil daripada lembaga ini akan berkarya, akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara,” tandasnya.







