Kampiunnews | Manggarai Barat – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023 di Labuan Bajo memberikan berkah terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Labuan Bajo.Karenanya, dukungan dari pemerintah dalam memfasilitasi UMKM mampu memberikan semangat dan optimistis pelaku usaha untuk naik kelas. Selain itu, kehadiran acara internasional dapat menumbuhkan rasa percaya diri para pelaku usaha dan perajin untuk meningkatkan kualitas produknya.
Sejumlah penggiat UMKM di Labuan Bajo merasakan dampak dari hajatan rumpun negara Asean pertama di destinasi premium yang dikenal dengan “new Bali”.
Biasanya dihari-hari biasa kami mendapat omzet sebanyak 1 juta rupaia, namun dengan adanya KTT Asean, kami bisa mengantongi omzet hingga 2 juta rupiah, ujar Rosnia, salah satu pedagang Ikan di Labuan Bajo.
Objek wisata termasuk pusat-pusat penjualan souvenir di Labuan Bajo juga menjadi sasaran delegasi dan pengunjung selama KTT Asean berlangsung di kota Pariwisata Super Premium yang terletak di ujung barat Flores.
Tidak terkecuali tiga titik yang menjadi lokasi expo usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang layak dikunjungi sesuai rekomendasi panitia, seperti Gua Batu Cermin, Lapangan Waikusambi, serta Waterfront.
Salah satu produk yang menjadi daya tarik para delegasi dan panitia adalah Kopi Flores. “Belasan tamu dari luar negeri, sangat menikmati nikmatnya Kopi Flores di jejeran lapak UMKM pada Gua Batu Cermin,” kata Reinhard Djo Kepala Sub Divisi UMKM dan Festival Desa Binaan Bank NTT.
Menurut Reinhard, para tamu terpikat aroma dan juga cita rasa kopi yang sangat kuat yang disuguhkan.
“Banyak tamu yang mengunjungi lokasi Festival Budaya Side Event ASEAN Summit 2023 ini, dan mereka mencicipi beraneka penganan dan juga makanan berbahan dasar pangan lokal,” ujar Reinhard.
KTT ke-42 ASEAN 2023 di Labuan Bajo berdampak positifnya bagi masyarakat setempat. Salah satu dampak ekonomi dirasakan bagi para penggiat kopi asli NTT khususnya kopi dari daratan Flores.
Dari pengamatan lapangan, para delegasi KTT ASEAN tampak menikmati kopi asli NTT baik dalam kegiatan side event maupun main event, yang disajikan langsung oleh para pengusaha kopi lokal NTT di venue.
Untuk diketahui bahwa kopi NTT tersebar di beberapa wilayah yang berada di daratan Flores, Sumba, Timor, Alor dan lainnya. Tercatat kurang lebih 13 kabupaten merupakan daerah penghasil kopi yang terus dikembangkan kualitas dan kuantitasnya oleh pemerintah bekerja sama dengan berbagai komunitas penggiat kopi NTT.
Ketua Dekopi (Dewan Kopi Indonesia) NTT, Bony Romas, menyebutkan beberapa varian kopi NTT yang cukup terkenal dan tua adalah kopi Arabica Bajawa, Arabika Manggarai, Robusta Manggarai, Yellow Caturra Manggarai, Red Bourbon Manggarai, Juria Manggarai.
“Yellow Catura Bajawa banyak diminati oleh para penikmat kopi baik lokal maupun internasional karena diyakini satu yang terbaik dan berasal dari Bajawa, Kabupaten Ngada,” ujarnya.
Demikian juga dengan jenis Juria Manggarai yang berasal dari desa Colol, Kabupaten Manggarai. Jenis ini adalah kopi tua yang nikmat dan terus menerus dipelihara secara tradisional oleh masyarakat setempat.






