Kampiunnews | Jakarta – Sebagian orang bermimpi untuk sukses. Sedangkan sebagian lainnya bangun dari mimpi dan mewujudkannya. (NN)
Salah satu sosok yang berhasil memperjuangkan mimpi-mimpinya adalah Azhari Rangkuti. Pria kelahiran Medan, 60 tahun silam ini memulai kiprahnya sejak masih belia, yakni usia 14 tahun. Berawal sebagai pemain sepak bola junior hingga Timnas Indonesia, dengan sederetan prestasi yang mengagumkan. Dan di kemudian hari mengembangkan karier di dunia perbankan.

Kisah awal, Azhari remaja sangat menyukai sepak bola. Melihat bakat dan kesenangan Azhari pada sepak bola, orangtua memasukkannya di klub Medan Putra yang tak jauh dari rumah. Keseriusan dan kedisiplinan Azhari dalam berlatih terbukti membuahkan hasil. Ia mampu menyisihkan kawan-kawannya dan menjadi salah satu pemain PSMS Medan junior yang lolos seleksi Timnas junior tahun 1980.
Proses yang dihadapi tentu tak mudah. Namun Azhari tetap gigih melewati setiap seleksi dengan baik, hingga pada tahun 1984 ia berhasil menjadi bagian tim nasional senior. Proses itu masih dia kenang hingga saat ini.
“Prosesnya berat tapi saya sangat menikmati. Itulah yang membuat saya rindu pada sepak bola.” katanya.
Setelah PSSI gagal dengan proyek Binatama tahun 1979, Sigit Soeharto menggagas program bernama PSSI Garuda tahun 1982. Pemain yang tergabung dalam proyek PSSI Garuda ini merupakan cikal bakal pemain skuad Timnas . Dari 24 pemain yang dipanggil, ada nama Azhari Rangkuti, anak Mandailing, Sumatera Utara. Dari sini Namanya selalu menghiasi skuad Timnas diberbagai pertandingan internasional.
Berbagai prestasi telah diraih, menjadi bukti pencapaian kerja kerasnya, diantaranya : Kings Cup Thailand 1984, Sea Games Jakarta 1987, Sea Games Kuala Lumpur 1989 dan Pra Olimpiade 1989 dan banyak lagi lainnya.
Di antara deretan prestasi itu, persembahan medali emas pada SEA Games Jakarta 1987 di Stadion Utama Senayan (Gelora Bung Karno) menjadi kado terindah karena telah ikut mengharumkan Indonesia di kancah dunia.
Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas ini memiliki semangat dan visi yang besar untuk mengembangkan karir. Ia mencoba menapaki karir perbankan. Walaupun kedua bidang ini sangat berbeda, namun sama-sama membutuhkan kejujuran, kerjasama, komunikasi yang baik dan sportivitas. Yang mana hal ini sangat dijunjung dalam bermain sepak bola.
Perubahan situasi kerja dari lapangan luas ke dunia kantor yang relatif sempit, membuatnya sering merindukan hijaunya rerumputan. Sehingga di sela kesibukannya ia ingin kembali menikmati lapangan hijau dalam permainan golf.
Kisah lengkap inspiratif dari legenda Timnas ini dapat anda saksikan di Kampiun Chanel yang dipandu wartawan senior Hardiman Koto.(Hendrika LW)






