
Jakarta, Kampiunnews.com – Nama Erick Tohir makin di atas angin setelah mendapat dukungan dari Fary Djemy Francis. Erick Tohir diketahui memiliki pengalaman panjang dalam dunia olahraga tidak saja di tanah air namun juga di kancah internasional.
Dengan pengalaman ini Erick Tohir menjelaskan bahwa kalau ingin memajukan PSSI mesti bersama. Hal ini diucapkan dalam obrolannya dengan Fary Djemy Francis, Rabu (15/2) malam.
“Iya, saya sendiri kan gak bisa. Mesti bersama. Saya tahu pasti, di luar sana, masih banyak orang-orang baik dan pintar,” kata Erick.
Menteri BUMN ini menghargai sikap dan keputusan Fary yang mundur dari pencalonan Ketua Umum PSSI.
Baca juga: Dukung Erick Tohir, Fary Francis Mundur dari Caketum PSSI
“Saya hormati keputusan itu. Tapi saya minta pak Fary tetap di sepakbola. Dan kalau saya terpilih jadi Ketua Umum, pak Fary harus ada dalam manajemen,” ujar Erick, mantan Bendahara Persija dan Wakil Ketua Komisaris Persib Bandung itu.
Dalam pertemuan itu, Fary merasa senang mendengarkan visi misi Erick terutama konsep “starting eleven”, road map Erick yang esensinya dijelaskan pasca Kongres Luar Biasa PSSI. Fary pun memuji koleganya sebagai sahabat yang visioner.
“Dan beliau visioner dengan pergaulan internasional yang luas,” kata Fary.
Diketahui PSSI akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada Kamis (16/2/2023) besok.
Sehari sebelum diadakan KLB PSSI Fary Djemy Francis mengundurkan diri dari bursa pencalonan sebagai ketua umum. Komisaris Utama PT Asabri (Persero) ini ingin fokus mendukung Erick Tohir.
Saat menyampaikan keputusannya mundur dari Caketum, Fary titipkan masa depan sepakbola Indonesia pada 87 voters, pada pak Erick Tohir, juga untuk WaKetum dan ExCo terpilih.

Saya mendukung pak Erick dengan sederet program pentingnya. Saya juga menaruh harapan besar pada Pak Erick: ciptakan generasi emas Indonesia.
Momentumnya 2030 saat Federasi kita, PSSI, genap berusia SATU ABAD. Tahun itu, 2030, titik kulminasi sepakbola PIALA DUNIA, juga SATU ABAD.
Saya berharap, momentum itu bisa dicapai: SATU ABAD PSSI, INDONESIA LOLOS KE SATU ABAD PIALA DUNIA!
Itu hebat dan itu tidaklah muluk sebab jam terbang pak Erick sudah teruji. Beliau orang hebat, pemikir, dan profesional.
Jadi, mesti ada target monumental: 100 Tahun PSSI untuk 100 Tahun Piala Dunia. Bisa? Bisa! Selamat datang wajah baru sepakbola Indonesia. Saya mundur, tapi hati saya tetap untuk sepakbola di negeri ini, Indonesia.






