Kampiunnews | Atambua – Menjadi salah satu tim dalam ajang Suratin Cup U-17 di Ngada adalah suatu kerinduan sekaligus harapan. Ini adalah mimpi yang harus dituntaskan. Enam tahun lalu ketika berusia 10 tahun. Gerald, Jojo, Rey, Marco, Dandy, Abi dkk baru bergabung dengan SSB Bintang Timur (BeTA) Atambua. Datang dari latar belakang berbeda dan banyak perbedaan, mereka mulai belajar membangun tim, belajar membentuk karakter, belajar menghidupkan nilai, belajar tentang filosofi sepak bola. Mereka lalu menjuarai Danone Cup U12 ahun 2017 dan mewakili NTT mengikuti seri nasional di Jakarta dan masuk perempat final.
Selain menjuarai Danone Cup series NTT, mereka juga menjadi juara U-12 Piala Kemenpora series NTT ditahun 2018 dan mewakili NTT dalam ajang nasional di Kalimantan. Selain itu, skuad Bintang Timur (BeTA) Atambua sebagai salah satu akademi sepak bola di Indonesia Timur mengikuti turnamen Nusantara Open Piala Prabowo 2022 yang diikuti tim elt pro academy liga 1 U 16 seperti.Persib, Persija, PSM, Borneo dan academy sepak bola terbaik tingkat nasional.
Yang mengejutkan dalam turnamen ini, anak-anak perbatasan berhasil mengalahkan tim kuat Persija Elit Pro Akademi U16 dengan skor 3-1 dan menahan seri Borneo FC 0-0. Dari turnamen ini dua pemain BeTA masuk dalam talent scouting pemain 30 terbaik Glend dan Sandro yang saat ini memperkuat tim Dewa United di kompetisi Elit Pro Academy Liga 1 Nasional.

Selanjutnya sebagian dari mereka kemudian memperkuat tim Suratin U15 region NTT dan meraih runner up. Pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak dalam ajang itu adalah Gerard Bili dari BeTA Atambua. Atas prestasi itu, manajer BeTA Atambua, Serena Francis sebagai Manager memberikan kesempatan kepada Gerard bersama tim U16 mewakili Indonesia berlatih dan bermain dalam festival sepak bola Barcelona Spanyol.
Secara chemistry kekompakan, fisik dan strategi permainan, sudah mereka alami sejak usia 10 tahun di SSB. Yang perlu diasah lebih tajam adalah mental juara. Sebagaimana yang dialami senior mereka ketika kalah dalam final ETMC Rote Ndao saat adu pinalti melawan PSN Ngada.
Saat ini mereka sedang mengikuti training center di markas BeTA Academy di Atambua, dan dilatih langsung oleh advisor teknik coach Bert Pentury, seorang pelatih keturunan Belanda dan dibantu oleh coach Ofi dan coach Hery.
Sepak bola itu proses
Dari berbagai turnamen yang anak-anak ini ikuti baik di dalam negeri maupun di luar negeri, mereka telah belajar banyak hal. Anak-anak BeTA tentu belajar dari proses baik selama pembinaan dan pembentukan di SSB, akademi maupun dalam aksi di lapangan dalam berbagai turnamen. Belajar dari proses adalah pergulatan dan perjuangan yang terus dilakukan tim BeTA. Belajar dari proses latihan, belajar dari proses pertandingan, belajar dari proses memenangkan pertandingan, belajar dari proses seri dalam bertanding, belajar dari kekalahan dalam suatu pertandingan adalah teks-teks pembelajaran yang terus dimaknai anak-anak BeTA dan manajemen.
Di ETMC XXXII yang lalu, tim BeTA telah memberikan tanda-tanda baik dan lampu terang bagi geliat sepak bola usia muda di tanah air. Setiap turnamen adalah pertarungan harga diri. Setiap pertarungan harus dijalankan secara sungguh. Setiap kesungguhan tentu ada hasilnya. Lalu apa target BeTA dalam ajang Suratin Cup Ngada nanti? Target BeTA adalah menjadikan setiap pertandingan sebagai final. Karena itu harus fokus dan konsentrasi agar menang dalam babak penyisihan, selepas itu baru bicara target selanjutnya.
Sepak bola adalah proses. Karena itu jangan terlalu berharap pada hasil jika kita tidak mencintai proses. Tidak ada yang langsung menjadi pemain top tanpa berproses. Bakat alam pun butuh proses untuk ditempa menjadi lebih berkualitas, tutur Fary Francis Owner BeTA Atambua.
Skuad BeTA menuju Suratin Cup ini adalah anak-anak yang berproses. Proses itu kadang sangat panjang, melelahkan dan mungkin saja membosankan. Tetapi karena sepak bola adalah cinta, sepak bola adalah passion, maka mencintai sepak bola sebagai proses itu menggembirakan.
Dalam berproses itulah, sepak bola bukan hanya melahirkan juara di lapangan hijau, tetapi terlebih menjadi juara dalam lapangan kehidupan. Proses itulah yang membentuk mentalitas dan karakter para pemain menjadi humble, sportif, mandiri, disiplin, respek, pantang menyerah, militan, loyal dan rela berkorban. Dalam semangat berproses itulah, skuad BeTA siap menuju tanah Ngada dan berjuang memberikan yang terbaik. Mohon doa dan dukungannya.






