Kampiunnews I Labuan Bajo – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Sape telah menutup sementara rute penyeberangan Labuan Bajo-Sape karena kondisi cuaca buruk di wilayah laut provinsi itu.
Keputusan ini diambil berdasarkan maklumat dari Badan Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) di Kupang, yang disampaikan oleh General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sape, Reno Yulianto, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dilansir dari Antara pada Kamis (14/3).
Penutupan sementara rute penyeberangan tersebut telah berlangsung sejak Minggu (10/3/2024) lalu. Informasi mengenai penutupan ini disampaikan melalui pengumuman di pelabuhan serta melalui media sosial Instagram.
Reno Yulianto menyatakan bahwa belum ada kepastian mengenai waktu dibukanya kembali operasional kapal feri. Keputusan akan dibuat setelah cuaca membaik berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Sementara itu, BMKG memperingatkan masyarakat akan ancaman gelombang tinggi hingga empat meter akibat cuaca ekstrem di perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 14 Maret 2024. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Yandri Tungga, mengingatkan agar masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area yang berpotensi terjadi gelombang tinggi tetap waspada.
Prakiraan BMKG menunjukkan bahwa gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah, termasuk Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu Bagian Selatan, dan lainnya. Ancaman gelombang tinggi ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti konvergensi angin, pusaran angin, serta aktifnya Gelombang Equatorial Rosby dan Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).
Yandri menekankan pentingnya memperhatikan informasi BMKG bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau aktivitas menggunakan kapal laut, mengingat potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.






