Kampiunnews|Jakarta – Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi Jakarta dan wilayah penyangga dalam beberapa hari terakhir. Di tengah potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan genangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berhasil menekan curah hujan secara signifikan dan menjaga kondisi ibu kota tetap terkendali.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan OMC sejak 30 Januari 2026 memberikan dampak positif terhadap pengendalian curah hujan di Jakarta.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen,” kata Isnawa di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut ditempuh sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika atmosfer yang masih aktif, ditandai dengan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan dan daratan sekitar Jakarta. Kondisi cuaca tersebut sebelumnya sempat memicu genangan di sejumlah titik rawan banjir.
Menurut Isnawa, OMC difokuskan untuk mengendalikan pembentukan awan hujan sebelum memasuki wilayah Jakarta, sehingga intensitas hujan di daratan dapat ditekan dan risiko banjir dapat diminimalkan.
BPBD DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini.
Pada Minggu (1/2), telah dilaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara. Operasi tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan penyangga Jakarta.
Empat sorti tersebut meliputi penyemaian bahan NaCl dan CaO di wilayah Selat Sunda dan Kabupaten Bogor, dengan total bahan semai yang digunakan mencapai 4.000 kilogram NaCl dan 3.200 kilogram CaO. Hingga 1 Februari 2026, total pelaksanaan penerbangan OMC mencapai sembilan sorti dengan durasi terbang 13 jam 10 menit.
BPBD DKI Jakarta menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca ekstrem serta kondisi banjir dan genangan di lapangan, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan warga dan stabilitas aktivitas di Ibu Kota.






