Kampiunnews | Jakarta – Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Batam resmi menetapkan 7 nama sebagai Anggota/Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk periode 2025-2030.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 2 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Kawasan PBPB Batam, sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.
Berikut adalah tujuh nama yang ditunjuk beserta bidang tugasnya:
- Alexander Zulkarnain – Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan
- Sudirman Saad – Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan
- Syarlin Joyo – Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi
- Fary Djemy Francis – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan
- Ruslan Aspan – Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang
- Ariastuty Sirait – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum
- Mouris Limanto – Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur
Dari tujuh nama yang ditunjuk, terdapat empat anggota baru yang berasal dari luar BP Batam, yaitu, Syarlin Joyo, Fary Djemy Francis, Ruslan Aspan, Mouris Limanto.
Sementara itu, Alexander Zulkarnain, Sudirman Saad, dan Ariastuty Sirait adalah wajah lama yang sebelumnya telah berkiprah di BP Batam.
Salah satu nama yang menarik perhatian dalam susunan Anggota/Deputi BP Batam periode ini adalah Fary Djemy Francis. Ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman luas di bidang investasi, pengembangan infrastruktur, dan kebijakan publik.
Fary sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI periode 2009 – 2014, yang menangani berbagai sektor strategis, termasuk transportasi, infrastruktur, perhubungan, dan perumahan rakyat. Dengan latar belakangnya yang kuat di dunia kebijakan dan investasi, ia dipercaya menjabat sebagai Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam.
Fary Francis diangkat sebagai Komisaris Utama PT Asabri (Persero) pada tahun 2020, di tengah upaya perbaikan besar-besaran di perusahaan tersebut akibat skandal mega korupsi yang mengguncang Asabri. Kehadirannya di dewan komisaris diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana prajurit.
Selama menjabat, Fary Djemy Francis berperan dalam mendorong reformasi tata kelola dan peningkatan transparansi di Asabri. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas investasi, memperbaiki sistem pengelolaan dana, serta memperkuat pengawasan terhadap aset perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Komisaris Utama, Asabri berupaya melakukan restrukturisasi investasi yang sebelumnya mengalami tekanan akibat kasus korupsi. Fary turut serta dalam memastikan bahwa portofolio investasi Asabri menjadi lebih sehat dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang demi kepentingan para peserta.
Diharapkan, dengan kepemimpinannya, BP Batam dapat menarik lebih banyak investasi ke Batam, mendorong perkembangan kawasan perdagangan bebas, serta mempercepat implementasi proyek-proyek infrastruktur dan industri strategis.
Pelantikan para Anggota/Deputi BP Batam ini menandai awal masa jabatan mereka yang akan berlangsung selama 5 tahun. Mereka diharapkan dapat menjalankan tugas dan wewenangnya dengan penuh tanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dan dilaksanakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi pada Kamis, 13 Maret 2025.
Dengan susunan kepemimpinan baru ini, BP Batam diharapkan semakin optimal dalam mendorong investasi, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan daya saing kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan Batam.






