Kampiunnews|Jakarta – Sentilan tegas Presiden Prabowo Subianto terkait persoalan sampah di Bali dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Pemerintah Provinsi Bali bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali bergerak cepat menggelar aksi bersih-bersih massal di sejumlah kawasan wisata, termasuk Pantai Kuta.
Tak menunggu waktu lama, Pemprov Bali membentuk Satuan Tugas Sampah Pantai sebagai langkah percepatan penanganan sampah sekaligus upaya pemulihan citra pariwisata. Aparat TNI–Polri, jajaran pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat Bali turun langsung ke lapangan, menandai keseriusan merespons arahan Presiden.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi masalah krusial nasional yang mengancam lingkungan, kesehatan publik, dan keberlanjutan pariwisata. Presiden secara khusus menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang dinilai mencoreng wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.
“Bagaimana turis mau datang kalau lihat pantai penuh sampah?” tegas Presiden.
Presiden juga mengingatkan bahwa persoalan sampah kian mendekati titik genting. Hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas dalam waktu dekat.
“Masalah bangsa ini sekarang adalah masalah sampah. Diproyeksikan hampir semua TPA akan mengalami overcapacity pada tahun 2028 bahkan lebih cepat,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan, apabila pemerintah daerah tidak bergerak cepat, pemerintah pusat siap mengambil alih kepemimpinan penanganan sampah demi kepentingan rakyat. Presiden bahkan menyatakan akan mengerahkan TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terlibat langsung dalam kerja bakti massal.
“Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah Dandim, Danrem, gerakkan anak buah untuk korvei. Kepolisian juga. Ini harus diselamatkan,” tegas Presiden.
Respons cepat Bali ini mencerminkan hadirnya sense of crisis sekaligus komitmen kepemimpinan daerah untuk segera berbenah. Pesan Presiden pun berubah menjadi aksi konkret melalui kerja kolaboratif lintas sektor demi menyelamatkan lingkungan dan masa depan pariwisata nasional.






