Kampiunnews|Jakarta – Garudayaksa FC terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Sebagai klub promosi yang akan menjalani musim perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Garudayaksa melakukan perombakan skuad secara signifikan dengan mendatangkan sejumlah pemain asing dan lokal berpengalaman.
Salah satu rekrutan yang menjadi sorotan adalah Brian Rubio. Penyerang asal Meksiko berusia 29 tahun tersebut disebut memiliki nilai pasar sekitar Rp13,91 miliar berdasarkan data Transfermarkt. Kehadirannya diharapkan menambah ketajaman lini depan sekaligus menjadi salah satu kekuatan Garudayaksa dalam menghadapi persaingan kompetisi musim 2026/2027.
Rubio mengaku mendapat sambutan positif sejak bergabung dan mengikuti latihan bersama tim. Dukungan dari rekan-rekan setim serta staf kepelatihan membuat proses adaptasinya berjalan cukup baik.
“Tujuan saya adalah pertama-tama membantu tim bekerja secara kolektif dan tentu secara pribadi. Saya datang untuk berkontribusi bagi tim dan memberikan yang terbaik seperti yang pelatih harapkan,” ujar Rubio.
Selain Rubio, Garudayaksa juga mendatangkan sejumlah pemain asing, di antaranya Dominik Holec, Najeeb Yakubu, Paulo Ricardo, Ryo Matsumura, dan Filip Stamenkovic.
Sementara dari sektor lokal, manajemen memperkuat tim dengan menghadirkan pemain seperti Wahyu Prasetyo, Muhammad Sihran, Septian Bagaskara, Septian David Maulana, Alfin Kelilauw, Alfriyanto Nico, Alfharezzi Buffon, Theo Numberi, Daffa Fasya, dan Hamra Hehanussa.
Perubahan komposisi skuad tersebut menjadi bagian dari strategi Garudayaksa untuk membangun tim yang kompetitif. Pelatih Milos Joksic kini memiliki tugas penting menyatukan pemain baru dan pemain yang dipertahankan menjadi tim dengan karakter permainan yang solid.
Menghadapi debut di BRI Super League 2026/2027, Garudayaksa tidak hanya fokus pada perekrutan pemain. Persiapan tim juga diarahkan pada peningkatan kondisi fisik, pematangan taktik, membangun chemistry antarpemain, serta menemukan komposisi terbaik sebelum kompetisi bergulir.
Kombinasi pemain asing dan lokal berpengalaman diharapkan mampu membantu Garudayaksa beradaptasi dengan atmosfer persaingan kasta tertinggi. Manajemen pun dituntut memastikan seluruh persiapan berjalan optimal agar status sebagai tim promosi tidak menjadi hambatan untuk bersaing dengan klub-klub mapan.
Garudayaksa juga melakukan penyegaran besar terhadap skuad sebelumnya dengan melepas 16 pemain. Sejumlah nama yang keluar antara lain Birrul Walidain, Rudi Nurdin, Dedi Tri Maulana, Roken Tampubolon, Taufik Hidayat, Adlin Cahya, Ray Redondo, Agus Nova, Rahma Nico, Asep Berlian, Vytas Gaapuitis, Everton Nascimento, Bagus Nirwanto, Manda Cingi, Iqbal Al Ghuzat, dan Obet Choiri.
Perombakan tersebut memperlihatkan keseriusan Garudayaksa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan musim pertamanya di level tertinggi.
Dengan materi pemain yang lebih kompetitif dan persiapan yang terus dimatangkan, Garudayaksa FC diharapkan mampu memberikan kejutan sekaligus menunjukkan bahwa mereka layak menjadi bagian dari persaingan BRI Super League 2026/2027.







