Kampiunnews|Batam – Komitmen membangun ekosistem sepak bola Batam terus diperkuat. Wali Kota Batam sekaligus Ketua PS Batam, Amsakar Achmad, menyambut kedatangan sejumlah legenda Timnas Indonesia di Kantor Wali Kota Batam, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama Batam di level nasional maupun internasional.
Sejumlah legenda Timnas Indonesia yang hadir di antaranya Azhari Rangkuti, Patar Tambunan, Oktovianus Maniani, dan Kamarudin Betay. Mereka didampingi Ketua Indonesia Football Forever (IFF), Fary Djemi Francis, yang juga menjabat Deputi Investasi BP Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Fary bersama para legenda Timnas Indonesia menyerahkan jersey Timnas Indonesia yang telah ditandatangani para legenda saat digunakan dalam perjuangan merebut medali emas SEA Games 1986.
Fary juga menyampaikan laporan pelaksanaan Batam International Football Series (BIFS) 2026 yang telah berlangsung pada 22–23 Agustus. Dalam turnamen tersebut, Batam Prime berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan Garudayaksa Jakarta di partai final.
Amsakar mengapresiasi kehadiran para legenda Timnas Indonesia. Menurutnya, pengalaman dan perjalanan panjang para mantan pemain nasional dapat memberikan inspirasi sekaligus energi baru bagi perkembangan sepak bola di Batam.
“Terima kasih atas kehadirannya. Ini menjadi sentuhan awal sebagai bentuk atensi pemerintah dalam pengembangan sepak bola di Batam,” ujar Amsakar.
Sebagai Ketua PS Batam, Amsakar menegaskan bahwa pembinaan usia dini harus menjadi fondasi utama pembangunan prestasi sepak bola Batam. Menurutnya, Batam telah memiliki modal berupa keberadaan sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB), akademi, dan komunitas sepak bola yang menjadi ruang tumbuh bagi pemain muda.
Karena itu, kompetisi tidak boleh hanya dipandang sebagai pertandingan untuk mengejar kemenangan. Turnamen harus menjadi bagian dari sistem pembinaan yang memberikan pengalaman bertanding sekaligus ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan perkembangan dan potensinya.
Amsakar bahkan memasang target besar agar Batam mampu melahirkan pemain yang mengikuti jejak pesepak bola nasional asal Batam, Ramadhan Sananta.
“Kita harus melahirkan Ramadhan Sananta berikutnya dari Batam. Karena itu, pembinaan usia dini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Menurut Amsakar, mencetak pesepak bola berkualitas membutuhkan proses panjang. Selain kompetisi yang berkesinambungan, diperlukan pelatih berkualitas, dukungan orang tua, fasilitas memadai, serta ekosistem sepak bola yang memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk terus berkembang.
Ia mendorong kompetisi usia dini dapat digelar secara rutin, baik setiap tiga maupun enam bulan. Dengan agenda yang berkesinambungan, pemain tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga dapat dipantau dan dievaluasi perkembangan kemampuannya.
“Kita ingin membuat event-event yang bisa menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertanding, belajar, dan menunjukkan potensinya. Kalau dilakukan secara rutin, saya kira ini akan semakin meningkatkan potensi sport tourism Batam,” ungkapnya.
Amsakar menilai pengembangan sepak bola juga dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Kompetisi yang menghadirkan peserta dari luar daerah maupun mancanegara dapat mendatangkan pemain, ofisial, keluarga, dan suporter sehingga memberikan dampak terhadap sektor hotel, kuliner, transportasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Kehadiran legenda Timnas Indonesia di Batam diharapkan semakin memotivasi generasi muda. Perjalanan para mantan pemain nasional menjadi gambaran bahwa keberhasilan di level profesional membutuhkan disiplin, kerja keras, proses panjang, serta kesempatan bertanding yang konsisten.
Mantan pemain Timnas Indonesia asal Papua, Oktovianus Maniani, menilai Batam memiliki potensi besar untuk melahirkan pesepak bola berkualitas. Namun, potensi tersebut harus ditopang wadah pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan.
“Potensi pemain di Batam cukup besar. Yang dibutuhkan adalah wadah untuk pengembangan pemain. Ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung,” kata Oktovianus.
Pengembangan sepak bola Batam dinilai perlu didukung infrastruktur yang representatif agar mampu menjadi pusat kegiatan sepak bola sekaligus memperkuat potensi sport tourism di Kota Batam.
Hal tersebut disampaikan legenda Timnas Indonesia, Azhari Rangkuti, saat berdialog dengan Wali Kota Batam sekaligus Ketua PS Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam.
Dalam dialog tersebut, Azhari menyampaikan pentingnya Batam memiliki stadion representatif dengan kapasitas sekitar 20 – 30 ribu penonton. Menurutnya, stadion dengan standar FIFA akan memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menarik klub-klub Liga Indonesia menjadikan kota ini sebagai salah satu pilihan home base.
“Dengan adanya stadion yang representatif dengan standar FIFA, bisa menjadi daya tarik klub Liga 1 dan Liga 2 untuk melirik Batam sebagai home base. Ke depan, turnamen di Batam juga bisa menjadi daya tarik bagi negara tetangga untuk menyambangi Batam sebagai destinasi wisata sambil bermain bola,” ujar Azhari.
Menurut Azhari, posisi strategis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi modal penting dalam pengembangan sepak bola dan sport tourism. Kehadiran stadion berstandar internasional dapat membuka peluang lebih besar bagi penyelenggaraan pertandingan, turnamen regional, hingga agenda sepak bola internasional.
Gagasan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Batam yang mulai memperkuat pembinaan sepak bola dari usia dini hingga kompetisi yang lebih kompetitif. Keberadaan fasilitas olahraga yang memadai dinilai akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola secara berkelanjutan.
Pertemuan Amsakar bersama para legenda Timnas Indonesia menjadi sinyal bahwa pengembangan sepak bola Batam mulai diarahkan secara lebih serius, dari pembinaan usia dini, peningkatan kompetisi, hingga penguatan jejaring dengan mantan pemain nasional.
Dengan pembinaan yang terstruktur dan kompetisi yang rutin, Batam diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah berbagai turnamen sepak bola, tetapi juga mampu memproduksi talenta sepak bola baru sekaligus mengembangkan olahraga sebagai kekuatan sport tourism Batam.







