Kampiunnews|Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persekutuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Benyamin Patondok menjadi pemateri dalam acara Youth Economic Fellowship Indonesia (YEFI) 2026 yang digelar DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Novotel Ballroom, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (21/8).
Kegiatan yang mengusung tema “Building Confidence, Creating Opportunities, Shaping Indonesia’s Economic Future” tersebut diikuti hampir 300 peserta secara langsung dan ratusan peserta lainnya secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Sekjen PIKI Benyamin Patondok membawakan materi mengenai cara generasi muda melihat peluang dan menghadapi tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Benyamin menilai perkembangan AI tidak seharusnya membuat generasi muda hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mendorong mereka untuk mampu melihat peluang dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia mengingatkan pemuda agar tidak sekadar mengikuti tren atau pilihan orang lain.
Menurutnya, setiap anak muda perlu mengenali potensi dan minat yang dimiliki serta berani menentukan arah masa depannya.
“Generasi muda harus melihat apa passion kita. Kita tidak boleh ikut-ikutan,” ujar Benyamin dalam pemaparannya.
Selain keberanian menentukan pilihan, Benyamin menekankan pentingnya sikap pantang menyerah. Ia mengatakan kegagalan merupakan bagian dari proses untuk mencapai keberhasilan.
“Kalau gagal, ulang lagi sampai bisa,” katanya.
Benyamin juga mengajak generasi muda untuk berani menghadapi perubahan dan tantangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemauan belajar dan terus meningkatkan kompetensi.
“Pemuda harus berani menghadapi tantangan dan harus mau belajar keras,” tegasnya.
Ia berharap forum YEFI 2026 dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta menemukan berbagai peluang yang dapat dikembangkan untuk berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut Benyamin yang juga Wakil Ketua PP GEKIRA itu, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
Karena itu, keberanian, kemauan belajar, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi modal penting untuk menghadapi era AI.







