Kampiunnews I Larantuka – Ribuan peziarah berbusana hitam sebagai tanda duka memadati jalan-jalan di Kota Larantuka, Flores Timur, Kamis (28/3) sore hingga Jumat (29/3) dini hari.
Mereka mengantri menunggu giliran hendak memberi pernghormatan kepada Tuan Ana (Yesus Kristus) di Kapela Tuan Ana dengan cara mengecup arca Tuan Ma.
Antrian dengan panjang ratusan meter itu terpantau dari halaman Kapela Tuan Ana hingga Istana Raja Larantuka di Kelurahan Lohayong, Kecamatan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Antrian ini berlangsung hingga Jumat, 29 Maret 2024, dini hari.
Hingga pukul 00.50 Wita (Jumar, 29/3) antrian masih mengular panjang.
Banyak peziarah usia dewasa duduk di pinggir jalan. Banyak dari mereka menggendong anak kecil. Ada pula para lanjut usia.
Ruas jalan dengan perkiraan lebar lima meter itu hanya menyisahkan sedikit celah lantaran banyaknya peziarah yang keluar dan masuk di jalur yang sama.
Kedatangan peziarah yang dominan dengan kaos hitam bertuliskan ‘Semana Santa Larantuka’ sudah berlangsung sejak siang hari, setelah Raja Larantuka, Don Andreas Martinus Diaz Viera de Godinho (DVG) membuka pintu kapela.
Mereka datang dengan ujud masing-masing, seperti memohon kesuksesan pendidikan anak dan kesembuhan atas penderitaan sakit lewat untaian doa dalam kapela yang penuh dengan lilin dan wangian kemenyan.
Dari depan Kapela Tuan Ana, Elvis Pondeng tampak berlutut. Seusai mencium kaki Yesus Kristus, perempuan asal Kabupaten Sikka itu memejamkan mata, mendaraskan doa sambil merenungkan lagu ratapan yang menggema dalam bangunan kapela.
“Saya datang bersama keluarga, kami tinggal di rumah keluarga di Sandominggo (Kelurahan Larantuka),” ujarnya. (Paul Pemulet).






