Spanyol 4-0 Arab Saudi
Pencetak Gol Spanyol: Yamal (10′), Oyarzabal (21′, 24′), Altambakti (49′ GBD)
Kampiunnews|Atlanta – Spanyol menyuguhkan performa yang jauh lebih impresif untuk menggilas Arab Saudi. Lamine Yamal menjadi inspirator kemenangan meyakinkan 4-0 bagi Tim Matador dalam lanjutan laga FIFA World Cup 2026.
Mikel Oyarzabal sukses mencetak dua gol sementara wonderkid Lamine Yamal memberikan dampak instan sekembalinya ia ke dalam susunan starting XI Timnas Spanyol saat menghadapi Arab Saudi di Atlanta.
Setelah sempat ditahan imbang secara mengejutkan dengan skor 0-0 oleh tim debutan turnamen, Cabo Verde, pada laga perdana, La Roja langsung tampil menggebrak sejak awal laga. Mereka mengurung dan memaksa para pemain Arab Saudi bertahan jauh di sepertiga akhir lapangan sendiri.
Skuad asuhan Luis de la Fuente bahkan sudah berhasil unggul tiga gol sebelum jeda istirahat minum (hydration break) pertama. Pesta gol diawali oleh umpan silang Oyarzabal yang disambar dengan sempurna oleh Yamal untuk membuka keunggulan. Setelah itu, Oyarzabal memanfaatkan ketidakmampuan lini belakang Arab Saudi dalam menyapu bola dari gelombang tekanan bertubi-tubi, lewat dua penyelesaian klinis jarak dekat yang ia sarangkan hanya dalam rentang waktu tiga menit.
Oyarzabal bahkan hampir mencetak hattrick di babak pertama. Peluang pertamanya melalui tendangan spekulasi memanfaatkan sapuan bola yang membentur mistar gawang, sebelum sepakan keduanya yang menyisir area gawang melebar tipis di sisi gawang Arab Saudi.
Intensitas serangan Spanyol sedikit menurun setelah turun minum, terlebih setelah kedua pencetak gol ditarik keluar lapangan saat jeda babak pertama. Meski begitu, nasib sial menimpa bek Arab Saudi, Hassan Altambakti, yang justru membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut tercipta setelah kiper Mohammed Alowais mencoba menghalau tendangan voli keras dari Marc Cucurella.
Dengan hasil ini, Spanyol kini hanya membutuhkan satu poin saja pada laga pamungkas fase grup melawan Uruguay untuk mengunci tiket kelolosan menuju babak 32 besar. Di sisi lain, Arab Saudi harus segera berbenah dan menyusun kembali strategi mereka sebelum melakoni laga hidup-mati kontra Cabo Verde.
Sihir Bintang Muda Lamine Yamal Bawa La Roja Bungkam Arab Saudi
Saat itu jam menunjukkan pukul 11.17 waktu Atlanta. Masih ada waktu 43 menit menjelang kick-off ketika gemuruh pertama penonton mulai membahana di sekeliling stadion. Kamera pertandingan baru saja menyorot wajah Lamine Yamal. Sambil tersenyum cerah tanpa menyadari dirinya tengah menjadi pusat perhatian, ia mendengarkan gemuruh tepuk tangan yang memekakkan telinga sebelum akhirnya melihat wajahnya sendiri terpampang di layar raksasa 360 derajat di dalam Atlanta Stadium.
Sambil tetap mengunyah permen karet, ia melambaikan tangan ke arah penonton dengan raut kegembiraan menular yang seolah selalu melekat ke mana pun ia pergi. Kurang dari satu jam kemudian, ia sudah merayakan gol pertamanya di ajang Piala Dunia 2026 sekaligus gol Piala Dunia pertama sepanjang kariernya hanya dalam penampilan keduanya di turnamen akbar ini.
Meskipun jeda waktu di antara kedua momen tersebut terbilang singkat, kita disuguhkan banyak aksi memukau dari Yamal. Kehadirannya di lapangan terbukti mampu mengubah atmosfer bagi kedua tim: memberi kegembiraan bagi skuad Spanyol beserta sang pelatih, Luis de la Fuente, sekaligus memaksa lini pertahanan Arab Saudi untuk memberikan perhatian ekstra ketat kepada pemain nomor 19 milik La Roja tersebut.
Pemain remaja ini hanya membutuhkan waktu 598 detik untuk menggetarkan jala gawang lawan dalam laga pertamanya sebagai starter di Piala Dunia. Luar biasanya, ia baru bermain selama total 35 menit di sepanjang turnamen ini sebelum berhasil mencetak gol pada 25 menit saat melawan Cabo Verde dan sepuluh menit awal saat bersua Arab Saudi.
“Ini sangat spesial. Saya selalu bermimpi untuk bisa bermain di Piala Dunia, dan mencetak gol di laga pertama saya sebagai starter adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Yamal selepas pertandingan. “Pada gelaran Piala Dunia terakhir, saya bahkan masih menyaksikannya dari bangku sekolah.”
Arti penting dari pencapaian ini terpampang sangat nyata. Lewat sumbangan golnya tersebut, penggawa internasional Spanyol ini resmi mencatatkan diri sebagai pemain termuda kedelapan dalam sejarah yang berhasil mencetak gol di ajang FIFA World Cup.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh pelatih Luis de la Fuente setelah kemenangan tersebut: “Dengan keunggulan yang sudah nyaman dalam pertandingan ini, kami memutuskan untuk memberikan dia waktu istirahat. Dia sebenarnya bisa saja bermain lebih lama, tetapi sangat penting baginya untuk kembali ke bangku cadangan dalam kondisi yang bugar dan merasa nyaman. Kami sangat senang melihat para pemain kami tampil dengan penuh percaya diri dan berada di level terbaik mereka.”






