Gol Jerman: Undav (68′, 90+4′)
Gol Pantai Gading: Kessie (30′)
Kampiunnews|Toronto – Masuk sebagai penyerang pengganti Deniz Undav tampil sebagai pahlawan bagi tim nasional Jerman. Dua gol krusial yang dicetaknya berhasil membalikkan kedudukan sekaligus mengantarkan tim Die Mannschaft resmi melaju ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Skuad Pantai Gading asuhan Emerse Fae sebenarnya sempat berada di jalur yang tepat untuk lolos setelah gelandang andalan mereka, Franck Kessie, mencetak gol pembuka saat laga berjalan setengah jam. Kendati demikian, sundulan jarak dekat dari Undav serta gol dramatisnya di masa injury time terbukti cukup untuk memastikan kemenangan dan kelolosan Jerman dalam laga sengit yang digelar di Toronto Stadium.
Jerman hampir saja mencetak gol di awal pertandingan. Kai Havertz berhasil memenangkan duel udara langsung dari kick-off dan melepaskan tembakan spekulasi, namun bola liar tersebut masih melambung tipis di atas mistar gawang. Tak berselang lama, Joshua Kimmich memanjakan lini depan dengan sebuah umpan silang akurat yang sangat terukur. Sayang, sundulan rendah menyisir tanah yang dilepaskan sang striker masih mampu ditepis dengan gemilang oleh penjaga gawang Pantai Gading, Yahia Fofana.
Fofana sebenarnya sempat tak berkutik beberapa saat kemudian ketika gelandang muda Bayern Munchen, Aleksandar Pavlovic, sukses menanduk bola masuk ke dalam gawang memanfaatkan skema sepak pojok dari sisi kanan. Namun, wasit langsung meniup peluit dan menganulir gol tersebut karena Pavlovic dinilai melakukan pelanggaran terlebih dahulu dengan mengangkat sikutnya saat berduel udara.
Terus ditekan, skuad Les Éléphants (julukan Pantai Gading) tampil disiplin dan justru berhasil meluncurkan serangan balik mematikan (sucker-punch) ke lini pertahanan sang juara dunia empat kali. Pergerakan Yan Diomande yang selalu menebar ancaman di sisi sayap kiri sukses menembus pertahanan Jerman sebelum melepaskan umpan silang rendah. Bola mendatar tersebut jatuh di kaki Amad Diallo. Meski Nathaniel Brown sempat melakukan blok menghadang, ia gagal mencegah Franck Kessie yang dengan cepat menyambar bola muntah (rebound) untuk mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-30.
Memasuki awal babak kedua, wakil Afrika tersebut tampil solid mempertahankan keunggulan mereka. Hal ini memaksa pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, memutar otak dan merombak strategi taktiknya di lapangan. Tepat pada menit ke-60, Nagelsmann memasukkan Nadiem Amiri dan Deniz Undav secara bersamaan. Perjudian taktik ini terbukti sangat ampuh. Hanya berselang delapan menit setelah menginjak rumput lapangan, Amiri mengirimkan umpan silang super akurat yang langsung disambut oleh sundulan tajam Undav pada menit ke-68 guna mencetak gol penyama kedudukan 1-1.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, merespons dengan turut memasukkan tenaga baru dari bangku cadangan dan hampir saja memetik hasil instan. Nicolas Pepe melakukan akselerasi cepat menusuk dari sisi sayap kanan, sementara pergerakan Evann Guessand berhasil menarik perhatian para pemain bertahan Jerman. Skema ini membuat Simon Adingra berdiri bebas tanpa kawalan di sisi kiri kotak penalti. Namun, kontrol bola yang buruk dari Adingra membuat barisan pertahanan Jerman dengan cepat menutup ruang tembaknya dan mengamankan area.
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir dengan skor imbang, drama terjadi di penghujung laga. Memasuki menit ke-90+4 masa injury time, Deniz Undav kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kemenangan dramatis yang memastikan keunggulan Jerman 2-1 hingga peluit panjang berbunyi.
Klasemen Grup E
|
Team |
M | W | -/+ | P | |
| 1 | Jerman | 2 | 2 | 7 | 6 |
| 2 | Ivory Coast (Pantai Gading) | 2 | 1 | 0 | 3 |
| 3 | Ekuador | 2 | 0 | -1 | 1 |
| 4 | Curacao | 2 | 0 | -6 | 1 |






