Kampiunnews|Jakarta – Kompas Gramedia Group (KGG) sebagai salah satu kelompok usaha media terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang media massa, penerbitan, penyiaran, pendidikan, hingga event dan komunikasi publik, terus menunjukkan komitmennya dalam mengangkat isu-isu strategis nasional, termasuk pemberdayaan perempuan. Melalui berbagai platform seperti Harian Kompas, Kompas.com, Kompas TV, dan Parapuan.id, Kompas Gramedia secara konsisten menghadirkan ruang dialog, apresiasi, dan advokasi bagi perempuan Indonesia.
Sementara itu, Perempuan Indonesia Maju Mandiri (PIM) merupakan organisasi nasional yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan. PIM aktif membangun jejaring perempuan di seluruh Indonesia dan luar negeri guna memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Dalam semangat memperkuat sinergi, Kompas Gramedia menyambut kunjungan Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Maju Mandiri (PIM) di Bentara Budaya Art Gallery, Lantai 8 Menara Kompas, Jakarta, Rabu (4/3). Kunjungan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi mengenai potensi kolaborasi antara kedua lembaga.
Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, hadir bersama jajaran pengurus, dan disambut oleh GM Bentara Budaya & Communication Manager Ilham Khoiri beserta tim Kompas Gramedia Group Corporate Communication dan redaksi KG Media, antara lain Corporate Communication Manager Aghata Tristanti, Assistant Managing Director Nih Luh Made Pertiwi F., Jurnalis Harian Kompas Sonya Hellen Sinombor, News Video Program Lead 1 Kompas.com, serta Reporter Parapuan.id Kinanti Nuke.
Mengawali diskusi, Ilham Khoiri memperkenalkan profil dan visi Kompas Gramedia Group, termasuk pandangan KGG terhadap isu perempuan dan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan Indonesia. Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah Perempuan Inspiratif Indonesia, penghargaan yang diselenggarakan Kompas TV untuk memberikan apresiasi kepada perempuan Indonesia yang memberikan dampak positif di berbagai bidang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro memaparkan perjalanan panjang organisasi PIM yang konsisten mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.
“Kami merasa bangga dapat diterima untuk berdiskusi dengan Kompas Gramedia Grup. Dari diskusi ini kami memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pandangan Kompas terhadap perempuan. Hal ini sangat penting bagi kami menjelang pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia pada awal Mei mendatang,” ujar Lana.
Lana juga menyampaikan bahwa pada tahun ini PIM akan melaksanakan dua agenda nasional. Pertama, Forum Nasional Perempuan Indonesia yang mengangkat tema Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Bangsa, yang akan diikuti perwakilan PIM dari seluruh daerah di Indonesia serta perwakilan luar negeri. Kegiatan ini direncanakan menghadirkan sekitar 700 perempuan dari berbagai organisasi dan kalangan akademisi perguruan tinggi.
Agenda kedua adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya untuk menyusun program kerja organisasi periode 2026–2027.
Bagi PIM, pertemuan dengan Kompas Gramedia menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi dengan media nasional yang memiliki perhatian serius terhadap isu perempuan. Kompas dinilai sebagai salah satu media yang aktif mengangkat kiprah perempuan, baik dari sisi prestasi maupun dalam konteks advokasi terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan.
“Kami mengapresiasi Kompas yang secara konsisten memberikan ruang bagi isu pemberdayaan perempuan di Indonesia. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam mengangkat suara, karya, dan kontribusi perempuan agar semakin berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Kaajel Kaur, Wakil Ketua Umum Bidang Humas dan Media Perempuan Indonesia Maju.
Dalam pertemuan tersebut, Lana T. Koentjoro didampingi oleh Bendahara Umum Anna Naomi Silitonga, Wakil Sekretaris Jenderal Mila Sanova, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Teichi Kolopita, Wakil Ketua Umum Bidang Humas Kaajel Kaur, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Sesca L. Brian, serta anggota Dewan Pengawas Frans X. Watu.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan dalam memperkuat peran perempuan Indonesia sebagai pilar penting dalam pembangunan dan ketahanan bangsa.






