Kampiunnews|Jakarta – Asprov PSSI NTT telah mengeluarkan surat tertanggal 3 Oktober 2026 tentang rencana Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI NTT pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 19.00 WITA, di Kota Kupang. Menyusul surat tersebut, beberapa pengurus Askab dan klub anggota Asprov PSSI NTT meminta pandangan kepada saya mengenai arah sepak bola NTT dan kepemimpinan ke depan.
Bagi saya, pertanyaan pertama yang perlu kita jawab adalah: perubahan apa yang dibutuhkan sepak bola NTT, dan siapa yang mampu mewujudkannya?
Kongres merupakan kesempatan untuk menilai hasil kerja, memperbaiki kelemahan organisasi, dan menyepakati arah pembinaan. Keputusan yang diambil akan memengaruhi kesempatan ribuan anak NTT untuk tumbuh melalui sepak bola.
Sebelas Program, Sebelas Pertanyaan Pertanggungjawaban
Saat maju sebagai calon ketua pada 2021, Chris Mboeik menawarkan sebelas program utama:
- Pelaksanaan Liga Flobamora.
- Kompetisi usia muda putra dan putri secara berjenjang.
- Peningkatan kualitas wasit, pelatih, dan pengawas pertandingan di setiap Askab.
- Peningkatan sarana dan prasarana sepak bola di setiap kabupaten.
- Pembenahan manajemen sepak bola modern di setiap Askab/Askot.
- Sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT.
- Mendorong pesepak bola NTT masuk Timnas Indonesia.
- Pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan.
- Penerapan kurikulum sesuai tingkatan umur, yang ditulis “Filensia” dalam pemberitaan.
- Pembagian peran pengurus sesuai tugas dan fungsi.
- Kerja sama internal, eksternal, dengan profesional sepak bola, serta sponsor nasional dan internasional.
Menjelang kongres, mari mengevaluasi secara terbuka: mana yang sudah terlaksana dan mana yang belum dikerjakan?
Evaluasi perlu disertai laporan dan bukti. Seberapa teratur kompetisi berlangsung? Berapa pelatih dan wasit yang meningkat kompetensinya? Daerah mana yang mendapat penguatan fasilitas? Bagaimana perkembangan pemain muda? Kemitraan apa yang menghasilkan dukungan nyata?
Transformasi Harus Terasa di Lapangan
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah sepak bola NTT telah membangun sistem yang membuat kemajuan terus berlangsung, bahkan ketika pengurus berganti?
Transformasi membutuhkan pembinaan sepanjang tahun, kalender kompetisi yang pasti, data pemain dan klub yang tertata, pelatih berkualitas, serta jalur seleksi yang terbuka. Sekolah sepak bola, klub, Askab, Askot, dan Asprov harus terhubung dalam satu arah pembinaan.
Setiap turnamen perlu menghasilkan tindak lanjut: pemain berbakat mendapat pendampingan, pelatih memperoleh evaluasi, dan klub mengetahui langkah pengembangannya. Kemajuan juga harus menjangkau daerah yang menghadapi keterbatasan biaya, fasilitas, dan transportasi.
Bayangkan seorang anak berbakat di pelosok NTT. Siapa yang mengetahui potensinya? Siapa yang membina? Di mana ia bertanding secara rutin? Siapa yang membuka jalan ketika keluarganya tidak mampu membiayai perjalanan seleksi?
Jawaban atas pertanyaan itu menunjukkan seberapa jauh organisasi hadir bagi masa depan sepak bola NTT.
Memilih Kepemimpinan yang Mampu Membangun Sistem dan Networking.
NTT membutuhkan pemimpin dengan integritas, kemampuan manajerial, jaringan kemitraan yang kuat, dan keberanian membuka pertanggungjawaban. Pengurus harus mampu merangkul seluruh daerah serta mengubah dukungan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi program berkelanjutan.
Setiap calon perlu menawarkan peta jalan yang dapat diuji: apa prioritas tahun pertama, bagaimana pendanaannya, siapa pelaksananya, dan apa ukuran keberhasilannya. Dengan demikian, anggota memiliki dasar untuk mengawasi dan mengevaluasi.
Kepada para pemilik suara, saya mengajak kita berpikir jernih: apakah pilihan kita akan mempercepat perubahan, atau sekadar mempertahankan kenyamanan hubungan?
Kedekatan dan rasa sungkan tidak boleh mengalahkan penilaian atas hasil kerja, integritas, serta kemampuan memimpin. Setiap suara membawa tanggung jawab kepada anak-anak yang berlatih di lapangan sederhana dengan mimpi besar.
Janji harus ditagih, hasil harus diuji, dan arah perubahan harus jelas. Kongres akan bermakna apabila melahirkan kepemimpinan dan cara kerja yang memberi lebih banyak kesempatan bagi talenta NTT.
Beranikah kita mengevaluasi dengan jujur? Beranikah kita menetapkan standar yang lebih tinggi? Berapa lama lagi anak-anak berbakat harus menunggu sistem pembinaan yang membuka jalan menuju prestasi?
#Fary Francis; Pecinta Sepakbola NTT.







