Kampiunnews | Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menandatangani kerja sama strategis di bidang kepelabuhanan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PT PGN Tbk) pada Rabu, 12 Maret 2025.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama PT PGN Tbk, Arief Setiawan Handoko, Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, dan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Noor Fuad.
Dalam sambutannya, Muhamad Akbar Djohan menegaskan bahwa sinergi ini merupakan kontribusi positif yang akan saling menumbuhkan dan mengembangkan kedua perusahaan.
“PT PGN Tbk dapat mengembangkan infrastruktur gas bumi, baik offshore maupun onshore, sedangkan Krakatau Steel melalui PT Krakatau Bandar Samudera akan menyediakan layanan kepelabuhanan untuk kebutuhan Liquified Natural Gas (LNG) bunkering,โ jelasnya.
Lokasi pelabuhan yang akan dikembangkan dalam kerja sama ini adalah Terminal Cigading 1 dan Terminal Cigading 2 di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Kawasan ini sudah memiliki jaringan pipa gas bumi, sehingga mendukung proyek ini secara optimal.
Arief Setiawan Handoko, Direktur Utama PGN Tbk, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan segera terealisasi secara konkret untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak.
“Pemanfaatan pelabuhan untuk pembangunan landbase LNG sangat potensial dan diperlukan, mengingat kebutuhan LNG yang terus meningkat di wilayah yang jauh dari jaringan pipa gas,” ujar Arief.
Akbar Djohan juga menekankan bahwa Krakatau Steel tidak hanya berfokus pada industri baja, tetapi juga mulai mengembangkan industri non-baja melalui Krakatau Steel Group.
PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP), memiliki layanan end-to-end, mulai dari marine service, port handling, trucking, hingga bunkering dengan kapasitas mencapai 25 juta ton per tahun. Saat ini, KBS memiliki 17 jetty dengan standar internasional yang mampu melayani 800 kapal setiap tahun.
Selain itu, KBS juga memiliki Continuous Ship Unloader (CSU) berkecepatan 1.300 ton/jam, yang terintegrasi dengan gudang (Integrated Warehouse/IWH) dengan standar food grade. Secara keseluruhan, KBS mampu mengakomodasi kapal besar hingga 200.000 DWT.
“Sinergi Krakatau Bandar Samudera dan PGN Tbk ini membuktikan strategi besar kedua belah pihak dalam membangun ekosistem bunkering migas sebagai bagian dari ekspansi bisnis maritim di Selat Sunda yang sangat potensial,” tegas Akbar Djohan.
Akbar Djohan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Krakatau Steel akan terus mendorong sinergi dan kolaborasi dalam negeri maupun internasional.
“Kami berharap kerja sama ini dapat berlangsung hingga 2 tahun ke depan tanpa kendala, serta dapat mengembangkan berbagai fasilitas lainnya di bawah Krakatau Steel Group,” ungkapnya.
Dengan fasilitas seluas 3.250 hektar dan 64 unit gudang yang memiliki kapasitas bongkar muat hingga 20.000 ton per hari, Krakatau Steel Group semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri pelabuhan, logistik, dan energi di Indonesia.






