Kampiunnews | Dili – Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Filipus Nino Pereira, menerima kunjungan Wakil Wali Kota Kupang terpilih 2024, Serena Cosgrova Francis, di Dili pada Senin, 6 Januari 2025. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menjajaki peluang investasi antara kedua negara.
Serena, yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Inggris, memanfaatkan kesempatan ini untuk membahas potensi investasi di Timor-Leste bersama jaringan pengusaha yang dimilikinya di Jakarta dan Australia. “Pertemuan hari ini berlangsung di ruang kerja Menteri, di mana kami membahas rencana kolaborasi dengan jaringan pengusaha muda di Jakarta untuk menjajaki investasi di Timor-Leste,” ungkap Serena melalui jaringan selular dari Dili, Timor Leste..
Dalam diskusinya, Serena juga mengajak para pengusaha muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), untuk menjalin kerjasama dengan pengusaha Timor-Leste. Ia menyebutkan bahwa ada sekitar lima pengusaha asal Jakarta dan Australia yang tertarik untuk berinvestasi di negara tersebut.
Menteri Filipus Nino Pereira menekankan pentingnya investasi asing dalam pembangunan ekonomi Timor-Leste. “Pemerintah kami sedang menggalakkan pembangunan ekonomi dan sangat membutuhkan investasi besar dari negara lain, termasuk Indonesia. Investasi yang nyata ini datang dari para pengusaha yang bersedia menanamkan modal dan mentransfer teknologi ke Timor-Leste. Kami melihat peluang besar ini ada di Indonesia,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Filipus Nino Pereira juga mengundang Serena dan jaringan pengusaha muda dari Jakarta untuk hadir pada acara Tiles International Expo yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2025. Acara ini diharapkan dapat menjadi platform bagi para pengusaha untuk menjalin kerjasama dan memperluas jaringan bisnis.
Di akhir pertemuan, Filipus Nino Pereira menyampaikan ucapan selamat kepada Christian Widodo dan Serena Francis atas terpilihnya mereka sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dalam pemilihan kepala daerah yang berlangsung pada 27 November 2024. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kerjasama yang lebih erat antara Timor-Leste dan Indonesia, khususnya dalam bidang investasi dan ekonomi, serta memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.






