Kampiunnews|Kota Batu – Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, bersiap menggelar rangkaian upacara adat Merti Bumi yang akan berlangsung selama hampir dua bulan penuh, mulai Juni hingga Agustus 2026. Acara tahunan yang sakral ini mengusung tema “Luhuring Rasa Wilasitaning Gusti” sebagai wujud ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil bumi dan keselamatan desa.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan adat ini disusun secara cermat dengan mengikuti perpaduan kalender Jawa dan Masehi.
“Acara dibuka pada Minggu Kliwon Wuku Sungsang hingga Rabu Wage Wuku Merakih. Momentum ini bertepatan dengan 21 Besar Tahun Dal 1959 AJ, 18 Sura Tahun Be 1960 AJ, dan 21 Sapar 1960 AJ,” terang Suliono pada Minggu (7/6/2026).
Rangkaian kegiatan adat ini diawali dengan prosesi Majang Tarub pada 7 Juni 2026 yang berpusat di Kantor Desa Tulungrejo. Seminggu bersenang, warga desa akan bergotong-royong melaksanakan aksi Gugur Gunung pada 14 Juni 2026 untuk membersihkan seluruh wilayah desa.
“Memasuki tanggal 24 Juni 2026, akan digelar Khotmil Quran dan ziarah kubur serentak di masjid-masjid se-Desa Tulungrejo serta makam para leluhur. Keesokan harinya, pada 25 Juni 2026, agenda dilanjutkan dengan pemotongan sapi di kantor desa,” ujar Suliono yang akrab disapa Ki Klungsu.
Ia menambahkan, puncak persiapan tradisi ditandai dengan Pasang Penjor dan Cok Bakal pada 26 Juni 2026, dilanjutkan Atur Pingsungsung di Balai Desa Tulungrejo pada 27 Juni 2026. Pada 30 Juni 2026, warga akan membuat Njenang dan Adang Ketan sebagai hidangan adat.
“Rangkaian sakral berlanjut pada 1 Juli 2026 dengan Tirakatan dan Jamasan Shidikara Pusaka di kediaman kepala desa. Acara ditutup dengan Weweh pada 3 Juli 2026 di kantor desa,” katanya.
Sebagai penutup, Karnaval Budaya Tulungrejo akan digelar meriah pada 5 Agustus 2026, menampilkan kesenian dan budaya lokal.
Bagi masyarakat Tulungrejo, Merti Bumi menjadi agenda rutin untuk menjaga kelestarian adat, mempererat gotong royong, dan menguatkan identitas budaya di lereng Gunung Arjuno-Welirang. (red_risma)






