Kampiunnews|Jakarta – Penetapan bulan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan dinilai harus menjadi momentum kebangkitan peran perempuan Indonesia di berbagai sektor strategis, bukan sekadar seremoni tahunan memperingati Hari Kartini.
Pandangan itu disampaikan Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, yang menegaskan bahwa perempuan Indonesia saat ini harus ditempatkan sebagai kekuatan penting dalam pembangunan bangsa, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, sosial budaya, hingga ketahanan nasional.
“Bulan April bukan hanya momentum mengenang Kartini, tetapi bagaimana perempuan Indonesia hari ini tampil berani, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Lana.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Perempuan Indonesia Maju (PIM) akan menggelar Forum Perempuan Indonesia pada 6–7 Mei 2026 di Auditorium Gedung Manggala Wana Bhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta.
Forum bertema “Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Bangsa” itu akan menghadirkan organisasi perempuan, tokoh perempuan, akademisi, unsur pemerintah terkait, serta tokoh nasional.
Menurut perempuan asal Kawanua ini, forum tersebut disiapkan sebagai ruang konsolidasi gagasan dan penguatan peran perempuan Indonesia dalam menjawab tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
“Kami ingin perempuan Indonesia tidak hanya bicara soal kesetaraan, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga masa depan bangsa,” tegasnya.
Forum ini akan membahas sejumlah isu strategis yang menempatkan perempuan sebagai aktor penting dalam ketahanan bangsa, mulai dari ekonomi, pendidikan dan bela negara, penguatan kapasitas di era Artificial Intelligence (AI), kontribusi perempuan dalam sektor kehutanan dan lingkungan, hingga peran sentral perempuan dalam menjaga budaya dan memperkuat ketahanan finansial keluarga.
Lana menilai, perempuan Indonesia telah membuktikan diri mampu tampil sebagai penggerak ekonomi bangsa, terutama melalui peran besar di sektor UMKM, usaha, pendidikan, industri kreatif, hingga teknologi.
“Perempuan bukan lagi pelengkap pembangunan, tetapi subjek utama yang ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap momentum Bulan Pemberdayaan Perempuan tidak berhenti pada slogan, melainkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan kontribusi perempuan Indonesia di ruang-ruang strategis.
“Perempuan Indonesia harus semakin maju, cerdas, mandiri, dan berani mengambil peran. Indonesia membutuhkan perempuan-perempuan kuat yang mampu menjadi pilar ketahanan bangsa,” pungkas Lana.






