Kamipun news I Jakarta-Mabes Polri memastikan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023 berlangsung aman. Polisi mengerahkan 2.627 personel untuk mengamankan jalanannya KTT ASEAN di Laboanbajo, Nusa Tenggara Timur.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan pasukan ini berasal dari Mabes Polri sebanyak 947 personel dan Polda NTT 1.660. Juga Polda NTB 20 personel yang terlibat dalam Operasi Komodo 2023.
“Pengamanan ini betul-betul kami pastikan harus bisa berjalan dengan aman lancar,” ujar Kapolri, seperti dikutip RRI, Jumat (5/5/2023).
Kapolri mengaku telah mengecek secara langsung pos komando (posko) 91 Command Center atau pusat kendali operasi. Dari seluruh rangkaian pengamanan KTT ke-42 ASEAN 2023.
Lanjutnya masalah pengamanan pihaknya melibatkan TNI, dalam melakukan penjagaan serta pengawasan mulai dari titik kedatangan dan perjalanan. Hingga lokasi utama pertemuan KTT.
“Seluruh petugas akan terawasi dan bisa secara langsung melakukan koordinasi. Untuk kemudian melaporkan situasi dan kondisi yang ada melalui Command Center,” ujarnya.
Sigit juga memastikan jika seluruh tamu undangan akan termonitor dan terawasi. Nantinya diawasi oleh petugas di lapangan mapun di ruang posko. Untuk petugas di Command Center, bisa memberikan perintah terkait dengan langkah. Juga kegiatan yang harus dilaksanakan oleh petugas di lapangan.
Selain di darat, personil TNI-Polri juga melakukan pengawasan terhadap seluruh kapal yang melintas. “Termasuk juga data terkait. Karena di sini wilayahnya berada di dekat pantai, atau laut,” katanya.
Sehingga, kata dia, pihakny ingin memastikan semua kapal yang ada bisa terdeteksi. Kapolri pun memimpin langsung tactical floor game (TFG) yang diikuti oleh seluruh personel kepolisian. Mereka tergabung dalam delapan satuan tugas (satgas) pengamanan di lokasi KTT di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Kedelapan satgas tersebut adalah Satgas Preemtif, Satgas Preventif, dan Satgas Walrolakir. Juga ada Satgas Gakkum, Satgas Tindak, Satgas Antiteror, Satgas Humas, dan Satgas Banops. TFG dilakukan guna mempersiapkan personel kepolisian menghadapi kemungkinan masalah.
“Ini semua tentunya bisa memberikan persiapan kita. Dalam pengamanan yang akan kita laksanakan beberapa hari mendatang,” ujar Kapolri.






