Kampiunnews|Malang – SMA Taruna Nusantara merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah unggulan nasional yang sejak awal didirikan untuk mencetak kader-kader terbaik bangsa dengan keunggulan akademik, karakter kebangsaan, serta kepemimpinan. Sekolah berciri kenusantaraan ini terus dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dengan peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/01/2026). Peresmian ini menandai langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan menengah atas unggulan yang berorientasi pada pembentukan karakter, nasionalisme, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa SMA Taruna Nusantara didirikan sejak puluhan tahun lalu dengan tujuan menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kapasitas akademik unggul untuk dibina secara optimal.
“SMA Taruna Nusantara didirikan sekian puluh tahun yang lalu dengan maksud untuk mencari putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademis yang unggul untuk dibina, diberi kesempatan yang terbaik sehingga dapat meraih ilmu pengetahuan dengan cepat, dan pada ujungnya menjadi kader bangsa yang berguna,” ujar Presiden.
SMA Taruna Nusantara Kampus Malang mulai dibangun pada November 2023 di atas lahan seluas 29,6 hektare. Sekolah ini dilengkapi dengan 30 ruang kelas dan menampung sebanyak 706 peserta didik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan semangat kebhinekaan dan persatuan nasional.
Dalam proses pembelajaran, SMA Taruna Nusantara Kampus Malang menerapkan tiga kurikulum terpadu, yaitu kurikulum nasional, kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara, serta kurikulum internasional Cambridge. Integrasi ketiga kurikulum tersebut dirancang untuk melahirkan lulusan yang berwawasan kebangsaan, berdaya saing global, serta memiliki karakter dan kepemimpinan yang kuat.
Peresmian ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan bermartabat.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa masa depan Indonesia sebagai bangsa besar sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Menurutnya, hanya bangsa yang unggul dalam iptek yang mampu mencapai peradaban tinggi sekaligus menghadirkan kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat.
“Dengan demikian kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia, memberi kualitas hidup yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan,” ucap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menilai keberadaan lembaga pendidikan unggulan seperti SMA Taruna Nusantara merupakan wadah strategis bagi kemajuan anak bangsa. Berdasarkan pengamatannya terhadap negara-negara maju dan negara yang berkembang pesat, keberhasilan pembangunan hampir selalu ditopang oleh jaringan luas sekolah-sekolah unggulan.
“Di negara-negara yang peradabannya maju, bahkan bisa terdapat lebih dari 100 sekolah-sekolah semacam ini,” katanya.
Melalui pengembangan SMA Taruna Nusantara, pemerintah bertekad mendorong keunggulan nasional di bidang iptek. Setelah pertama kali berdiri di Magelang pada awal 1990-an, sekolah ini terus diperluas dengan pendirian kampus di Malang, Cimahi, serta sejumlah wilayah lainnya.
“Kita sedang membangun di Kalimantan di kawasan IKN, kemudian di Sulawesi Utara di Minahasa, dan di Sumatera Selatan di Pagar Alam. Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi,” jelas Presiden.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan unggulan melalui program SMA Garuda. Ke depan, pemerintah menargetkan sekolah unggulan terintegrasi dapat hadir di setiap provinsi, bahkan hingga tingkat kabupaten.
“Rencana saya, di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 sekolah ini bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan,” pungkasnya.






