Kampiunnews | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Bank Emas, atau yang dikenal sebagai bullion bank, pada hari ini, Rabu (26/2/2025), di Gade Tower, Jakarta. Dalam momen bersejarah ini, Prabowo menyatakan, “Hari ini, menjelang 80 tahun kita merdeka, dengan bangga, untuk pertama kalinya dalam sejarah, bangsa Indonesia yang memiliki cadangan emas keenam terbesar di dunia, akan memiliki bank emas.”
Prabowo menjelaskan bahwa persiapan untuk pendirian bank emas ini telah dilakukan selama empat tahun terakhir. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI ke-7, Joko Widodo, atas dukungannya dalam proses ini.
Bank Emas ini akan dikelola oleh dua perusahaan BUMN, yaitu PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS). Keduanya telah menetapkan target ambisius untuk lima tahun ke depan. Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa dengan adanya bank bullion ini, pihaknya menargetkan transaksi emas mencapai Rp219 triliun dalam periode tersebut. “Target kami dalam lima tahun ke depan adalah Rp219 triliun untuk transaksi emas. Harapannya, tabungan emas kita dapat mencapai angka tersebut,” ungkap Damar saat ditemui setelah peluncuran.
Saat ini, Pegadaian telah mencatatkan deposito emas sebesar 300 kilogram, dan menargetkan akumulasi deposito emas mencapai 1,5 ton pada akhir tahun 2025. Total emas yang dimiliki Pegadaian hingga saat ini tercatat sebesar 100 ton.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Herry Gunardi, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah mencatatkan emas sebanyak 17,5 ton. Ia optimis bahwa angka tersebut dapat meningkat 5 hingga 6 kali lipat dalam lima tahun ke depan. “Saat ini, jumlah emas yang ada di BSI adalah sekitar 17,5 ton. Kami berharap dalam lima tahun ke depan, jumlah ini bisa meningkat 5-6 kali lipat, terutama dengan dukungan dari lebih dari 1.300 cabang yang dapat melayani nasabah,” kata Herry.
Peluncuran Bank Emas ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi dalam emas, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri emas global.






