Kampiunnews|Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat yang menyampaikan pendapat secara damai, sekaligus bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang sengaja memicu kerusuhan. Pernyataan ini disampaikan usai kunjungannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 1 R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjenguk masyarakat dan aparat kepolisian yang menjadi korban kerusuhan.
“Demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai harus dilindungi oleh aparat. Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, dengan ketentuan demonstrasi harus damai dan sesuai aturan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh melanggar hukum. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas tindakan anarkis yang terjadi di berbagai daerah, termasuk penggunaan petasan berat yang menyebabkan luka serius pada anggota kepolisian.
“Banyak laporan tentang truk yang membawa petasan besar, menyebabkan anggota kami terluka parah. Ini bukan aksi damai, melainkan tindakan perusuh yang berniat membakar dan merusak,” tambah Presiden.
Presiden Prabowo menilai pembakaran gedung-gedung pemerintah merupakan upaya merusak demokrasi dan mengganggu kehidupan masyarakat. “Niatnya bukan menyampaikan pendapat, tapi membuat kerusuhan dan menghambat pembangunan nasional yang bertujuan mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa program pemerintah fokus membela rakyat kecil. Oleh karena itu, aksi anarkis justru merugikan masyarakat luas. “Saya telah mengumpulkan para pengusaha besar dan menegaskan pentingnya menciptakan lapangan kerja. Namun, saya juga harus memperjuangkan yang paling lemah dan miskin,” ujarnya.
Presiden juga mengungkap adanya indikasi kelompok tertentu yang secara terencana melakukan kerusuhan dengan mendatangi wilayah asing, melakukan pembakaran dan perusakan, serta memprovokasi masyarakat. “Tindakan ini membahayakan stabilitas bangsa dan tidak dapat ditoleransi karena merugikan rakyat banyak,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa tindakan makar tidak akan dibiarkan. Ia mencontohkan peristiwa di Sulawesi Selatan, di mana empat aparatur sipil negara menjadi korban pembakaran gedung DPRD yang tidak terkait politik.
“Ini bukan penyampaian aspirasi, melainkan tindakan makar. Aparat akan menyelidiki dan menindak tegas para pelaku,” kata Presiden.
Dalam penutup, Presiden menegaskan komitmennya membela rakyat dan memberantas mafia serta korupsi tanpa kompromi. “Saya tidak akan mundur menghadapi perlawanan. Saya yakin rakyat selalu mendukung langkah saya,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.






