Kampiunnews I Jakarta– Musyawarah Rakyat (Musra) telah selesai Minggu kemarin. Agenda politik yang diselenggarakan relawan Jokowi ini mengusulkan Prabowo Subianto, sebagai salah satu calon presiden versi musra. Ketua Umum Partai Gerindra ini diusulkan bersama Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartanto.
Sementara di barisan nama cawapres terdiri dari, Mahmud MD, Aryad Rasyid, Moeldoko dan Sandiaga Uno. Informasi yang berhasil dihimpun diketahui bahwa nama nama yang dimunculkan tidak ada pengerucutan ke capres maupun cawapres tertentu.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang hadir pada Musra tersebut dalam pidatonya menyatakan apresiasinya. kegiatan Musra yang telah dilakukan sebanyak 29 kali di lokasi atau provinsi yang berbeda ini, ingin merawat demokrasi di akar rumput, bukan di elit.
“Saya ingat dulu pertama kali diadakan di Bandung bulan Agustus 2022. Dan saya hadir saat itu. Dan saya tahu motivasi apa diadakannya Musra ini. Karena sudah dilakukan 29 kali di lokasi provinsi-provinsi berbeda bahkan sekali di Hong Kong,” tegas Jokowi dalam salinan asli pidatonya di Senayan, yang diterima media ini, Senin (15/5/2023).
Dalam pidatonya, Jokowi memaknai pelaksanaan Musra sebagai salah satu ajang untuk mencari dan menemukan capres dan cawapres yang benar dan tepat sesuai suara rakyat, suara akar rumput dan bukan suara elit.
Kenapa ini dilakukan? Kenapa Musra dilakukan? Karena kita semuanya cinta negara ini. Kita semuanya cinta bangsa ini. Jadi kalau capek-capek 29 kali dari provinsi pindah ke provinsi ini pindah ke provinsi ini pindah ke Hongkong. Kenapa capek, karena tadi,”tanya Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan.
Lanjutnya, ke depan negara ini butuh kepemimpinan yang kuat yang memiliki komitmen yang kuat untuk anti korupsi, yang memiliki komitmen yang kuat untuk merawat demokrasi. Jokowi menegaskan pemimpin yang kuat adalah yang mampu menghadapi ketidakpastian dunia, serta mampu menghadapi ketidakpastian global.
“Inilah yang dibutuhkan oleh negara kita ke depan. diinginkan oleh rakyat kita. Terakhir, saya sangat bangga bahwa seluruh relawan, saudara-saudara semuanya masih solid dan kompak. Ini penting. Kalau kita nggak solid dan kompak, kita akan diperhitungkan,”pungkas Jokowi menutup pidatonya.






