Kampiunnews |Jakarta – Dicoretnya beberapa cabang olahraga potensial penyumbang medali bagi kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2023, tak memudarkan ambisi Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.
SEA Games ke-32 akan di gelar di Phnom Penh, Kamboja, 5-17 Mei, hanya menggelar 44 cabang olahraga dengan 632 nomor pertandingan. Dari 44 cabang olahraga tersebut, tuan rumah hanya memasukan 21 cabang olimpiade. Sisanya cabang tradisional atau nomor di luar cabang olimpiade.
Dipastikan Indonesia kehilangan 39 medali di ajang SEA Games Kamboja lantaran cabor penyumbang medali seperti, Rowing 8 emas, Menenbak 8 emas, Kano dan Kayak 6 emas, Panahan 5 emas, Catur 3 emas, Boling 2 emas,
Sisanya 7 emas dari nomor Artistic Gymnastic, Womens Floor Excercise, E-Sport Free Fire Mobil, dan Team Event. Balap Sepeda Downhill Individual Putri dan Individual Time Trial Putri yang tidak dipertandingkan di SEA Games 2023 Kamboja.
Meskipun kehilangan 39 medali emas, Indonesia masih punya potensi tambahan 6 medali emas di SEA Games 2023 Kamboja. Potensi itu datang dari cabang olahraga yang sebelumnya tidak dimainkan di Vietnam 2021 lalu. Demikian disampaikan Lexyndo Hakim, Chef de Misson (CdM) SEA Games 2023 Kamboja, saat meninjau persiapan atlet atletik di Stadion Madya, Senayan, rabu (8/3).
“Jadi, berdasarkan rekam jejak cabor, potensi Indonesia bisa saja mendapatkan tambahan minimal 6 medali emas dari Jetski, Soft Tenis, Water Polo dan TBR,” kata Lexy, sapaan akrab Lexyndo.
Untuk cabor Jetski, Indonesia memiliki juara dunia yakni Aqsa Sutan Aswar dan Aero Sutan Aswar. Di Polo Air, Indonesia merupakan peraih medali emas SEA Games 2019 Manila, di mana itu terakhir kali cabor tersebut dimainkan.
“Sedangkan untuk Traditional Boat Race (TBR) atau Dragon Boat, atlet dayung kita levelnya sudah sampai di dunia, jadi tidak perlu diragukan lagi kemampuannya,” ujar Lexy.
“Jadi kita tidak boleh pesimistis. Sebagai insan olahraga kita diajarkan untuk optimistis seperti yang tercantum dalam nilai-nilai olimpiade. Sekarang bagaimana kita persiapkan atlet sebaik mungkin supaya bisa menghadapi setiap tantangan yang mungkin ada di depan saat games nanti,” imbuhnya.

Saat berkunjung ke Stadion Madya, Lexy bertemu dengan Halomoan Simanjuntak atlet atletik yang turun di nomor 400 meter halang rintang dan Idan Fauzan Richsan atlet lompat galah yang masih menjalani latihan ditemani pelatih Achmad Sumarsono Sakeh dan Sinih.
Dalam kunjungan tersebut, Lexy menyempatkan diri untuk berbincang akrab dan mendengarkan curahan hati dari kedua atlet dan pelatih tersebut. Ia juga memberikan motivasi dan semangat kepada para atlet supaya bisa berlatih maksimal.
“Tugas para atlet adalah fokus berlatih, jangan pikirkan yang lain sebab masalah lain itu berat, biar saya yang urus. Kalau ada masalah di luar latihan atau non teknis selama persiapan mereka bisa langsung kontak saya. Handphone saya dapat diakses dengan mudah untuk atlet,” tegas Lexy.






