Kampiunnews | Sumba – Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden secara serentak pada Rabu (17/4/2019). Menarik disimak bahwa Pemilu Legislatif 2024 di NTT kali ini diramaikan dengan calon dari pesepak bola dan penggiat sepakbola.
Tak sedikit mantan pemain dan pelatih sepak bola yang pernah mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg), sebut saja Rahmad Darmawan, Nil Maizar. Budi Sudarsono dan belakangan beredar nama Seto Nusdiyantoro dan Markus Horison eks ki[er nasional.
Bagiamana dengan di NTT, beredar nama legenda sepak bola seperti, Anton Kia Botoor (PON NTT/PS Kota Kupang), Marselinus Ganggus (PS Kota Kupang), Salmun J. Klaas (Wasit), Absalom Sine ( Klub Camar Lasiana).
Sedangkan penggiat sepak bola ada nama Serena Cosgrova Francis. Milenial cantik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mencoba meraih peruntungan untuk berkarier di dunia politik. Ia adalah satu-satunya perempuan penggiat sepakbola di bumi Flobamora. Belum lama ini, Serena sukses membawa klub Bintang Timur Atambua ke partai final kualifikasi Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) Rote 2023.
Pada Pemilu legislatif 2024, Serena C. Francis maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) untuk DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT 2 meliputi Timor, Sumba, Sabu, Rote. Alumni SMAN 3 Kupang itu maju melalui bendera Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
“Saya tahu sepak bola adalah olahraga rakyat yang sangat digemari. Akan tetapi, warga tak hanya membutuhkan sepak bola. Mereka memerlukan program konkret yang bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Misalnya, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perbaikan ekonomi,” demikian Serena.
Serena bertekad memperjuangkan sepak bola melalui kursi di DPR RI. Mantan Paskibraka itu berharap impiannya bisa terwujud pada Pemilu 2024 ini.
“Saya tertarik di dunia politik ini, dengan harapan ingin di daerah NTT ini sepakbolanya lebih maju,” kata Serena.
Usai membawa Bintang Timur Atambua ke partai final kualifikasi Liga 3 ETMC Rote 2023, perempuan yang tengah menyelesaikan studi S2 di Birmingham, UK ini, terus bergerilya mendatangi Sekolah Sepak bola (SSB) dan klub sepak bola di Soe (Timor) dan Pulau Sumba.
Dalam kunjungannya ke Sumba minggu lalu, Serena membagikan bola untuk memotivasi anak-anak sekolah dan klub sepak bola di Sumba.
“Senang sekali bisa kembali ke Pulau Sumba, pulau yang sangat eksotik ini,” ujar Serena Francis, alumni Fisip Universitas Indonesia.
Kunjungan kali ini tentu sangat berkesan bagi gadis penggemar olahraga basket yang belakangan dipercaya sebagai nahkoda SSB dan Akademi Sepak bola Bintang Timur Atambua.
Dalam kunjungan tersebut, Serena memberikan bantuan beasiswa untuk +- 500 siswa di Pulau Sumba, bertemu dengan banyak klub-klub sepak bola, bertemu para tokoh adat dan meninjau beberapa bantuan sumur bor yang diperjuangkan Partai Gerindra.
Serena berharap dapat terus berkontribusi bagi pembangunan di NTT, khususnya di Pulau Sumba, Timor, Sabu dan Rote.






