Kampiunnews | Kupang – Banyak yang mengira, jika beasiswa itu hanya diberikan untuk mereka yang berprestasi. Jadi untuk yang lain, tidak bisa mendapat beasiswa? Faktanya tidak juga. Beasiswa merupakan bantuan biaya sehingga seorang pelajar bisa mengikuti kegiatan belajar dengan biaya yang lebih ringan. Karena bersifat bantuan, artinya beasiswa bisa didapatkan siapa saja atau diberikan kepada penerima yang berbeda-beda selama mereka memenuhi persyaratan untuk bisa mendapatkannya.
Umumnya setiap beasiswa yang akan diberikan kepada seseorang pasti memiliki syarat, diantaranya adalah, Penerima beasiswa merupakan orang yang kurang mampu dalam ekonomi atau keuangan, calon penerima beasiswa memiliki prestasi terutama pada bidang yang diminati atau memiliki konstribusi dalam kegiatan sosial, namun hal itu semua tergantung dari lembaga yang memberikannya.
Pemerintah lewat program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memberikan bantuan pendidikan perkuliahan yang bertujuan membebaskan pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi dan biaya kuliah atau pendidikan. Pemilik KIP kuliah juga akan mendapat bantuan biaya hidup yang besarannya berbeda-berbeda. Ada tiga manfaat yang diberikan kepada pemegang KIP Kuliah, yaitu: pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi, pembebasan biaya kuliah/pendidikan, bantuan biaya hidup bulanan.
Bertempat di Resto Nekamese, Penfui, Kupang, Sabtu (14/10), Founder Timor Belajar Serena Cosgrova Francis berbagi pengalaman, perjuangannya membuka akses beasiswa bersama Yayasan Timor Belajar.
Serena begitu gadis jebolan Fisip Universitas Indonesia, dengan gaya milenialnya bertutur, saat ini Yayasan Timor Belajar baru bisa mendapatkan sebanyak 3000 kuota.
“Puji Tuhan lkita bisa mendapatkan 3000 kuota. semuanya sudah kita distribusikan ke Timor, Sumba, Rote dan Sabu. Dengan waktu yang terbatas, kami harus mengejar data dari sekolah dan orang tua agar bisa lolos verivikasi dari dinas terkait,” ujar Serena.
Perempuan yang getol mengurus Akademi dan Sekolah Sepak bola di Atambua Kabupaten Belu, NTT, juga terdaftar sebagai Calon Legislator dari Partai Gerinda daerah pemilihan Timor, Sumba, Sabu, Rote.
“Setelah saya menyelesaikan studi di Universitas Indonesia dan S2 di Birmingham UK, saya terpanggil berbuat sesuatu untuk daerah. Carannya bagaimana, saya harus berada dalam dalam system . Kalau kita berada di dalam sebagai legislative atau eksekutif, peluang kita memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan rakyat akan lebih mudah. Bersama yayasan Timor Belajar kita memperjuangkan biaya pendidikan murah dan fokus membentuk pendidikan karakter sejak dini. Salah satunya lewat SSB dan Akademi Sepak bola Bintang Timur Atambua,” lanjut wanita 24 tahun yang sukses membawa tim Bintang Timur Atambua berlaga di final El Tari Memorial Cup/Kualifikasi Liga 3 NTT di Rote 2023.

Sementara itu Kepala SMPN 11 Naimata Warmanyasah, dalam sesi diskusi memberikan apresiasi bagi Serena yang peduli akan dunia pendidikan di NTT.
“Kami bersyukur diundang untuk mendengarkan paparan yang sangat bermanfaat bagi kami para guru. Proficiat bagi Serena, walaupun masih di luar system namun bisa memperjuangkan 3000 siswa yang akan mendapatkan beasiswa KIP,” ujar Warmanyasah.
Dalam kesempatan itu Julianus Dasi Cardosi penerima KIP Kuliah skema 2 di Fakultas Sains and Teknik asal Atambua memberikan testimoni bagaimana perjuangan Yayasan Timor Belajar bagi dirinya untuk peroleh beasiswa di Universitas Nusa Cendana Kupanga (Undana).
Julius nyaris gagal mendapatkan beasiswa KIP Kuliah dari Undana. Saat mendampingi Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar, Serena mengajaknya berkunjung ke rumah Julius yang sedang galau karena dinyatakan tidak lulus seleksi calon mahasiswa Undana. Sebelumnya Julius telah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berbasisi Tes (SNBT) dan diterima di jurusan Teknik sipil Undana. Setelah melewati proses wawancara, Julius diputuskan tidak menerima KIP Kuliah dengan alasan klasik keterbatasan kuota penerima.
Julius anak petani dari Atambua terancam tidak kuliah karena kondisi perekonomian keluarga yang tidak mencukupi untuk membayar uang kuliah tahunan (UKT) dan kebutuhan hidup selama kuliah di Kupang. Berkat pendekatan tim Timor Belajar bersama Serena, didapatlah jalan keluar dengan bantuan KIP Kuliah skema 2. Julius terbebas dari uang kuliah namun tidak mendapat tunjangan biaya hidup. Anak petani dari desa Fatubenao itu kini tengah memperjuangkan masa depanya di kampus Undana.
Turut hadir pada acara Kopdar Ba’ omong akses beasiswa bersama Serena Francis, Kepala sekolah dan guru dari SMA Arnoldus, SMA Wirakarya, SMPK St.Maria Assumpta, SMPN 2 Kupang, SMPN 11 Kupang, SMPK Rosamistika, Yayasan Harapan Bangsa. Caleg Gerindra Isidorus Lilijawa (Dapil Oebobo) , Mariella Yosefin Medi (Dapil Alak), Merciana Pelokila (Dapil Kota Kupang), Kristo Haki (TTU), Joao Francisco (Belu).






