Kampiunnews | Jakarta – Di antara kerumunan 961 kepala daerah yang dilantik, Serena Cosgrova Francis tidak hanya hadir sebagai Wakil Walikota Kupang termuda, tetapi juga dikelilingi oleh orang-orang terkasih yang memberikan dukungan penuh di hari bersejarah ini. Disudut Istana Merdeka, terlihat ayah dan ibunya, yang menatap penuh bangga melihat putri mereka siap menjalankan amanah baru.
Kehadiran Fhitho Benjiro Francis, pria berkacamata dan adik bungsu Serena yang datang jauh dari Prancis, menambah momen emosional dalam acara pelantikan. Fhitho, yang baru saja menyelesaikan studi S2 di Kedge Business School, Marseille, tampak bersemangat dan bangga mendampingi kakaknya di hari istimewa ini. Dengan penuh perhatian, ia memberikan dukungan moral yang kuat, memastikan Serena merasakan kehangatan dan cinta keluarganya di tengah kerumunan yang ramai.
Serena juga ditemani oleh sejumlah teman dekat dan rekan dari TIDAR organisasi sayap Gerindra yang selama ini menjadi tempatnya berkontribusi. Mereka hadir dengan mengenakan kebaya, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
“Dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat sangat berarti bagi saya. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di sini,” ungkap Serena dengan penuh rasa syukur setelah dilantik.
“Momen bersejarah ini tidak hanya menjadi titik awal bagi karier politik Serena, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Kota Kupang, di mana generasi muda diharapkan dapat membawa perubahan positif dan inovatif,” tambah Fhito.
Usai dilantik, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Francis, menegaskan komitmennya untuk menjalankan visi, misi, serta program unggulan yang telah dijanjikan kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Kota Kupang. Kami akan berupaya menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungannya,” kata Serena di Jakarta.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa langkah pertama setelah kembali dari retret di Magelang adalah melakukan serah terima jabatan (sertijab) dengan pejabat Walikota sebelumnya. Ini akan dilanjutkan dengan beberapa acara seremonial yang diadakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk pemberkatan kantor dan ruang kerja.
Dalam seratus hari pertama, dr. Christian dan Serena akan fokus pada pemecahan masalah terkait sampah, reformasi birokrasi, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Tata kelola birokrasi perlu dibenahi, terutama mengisi banyak jabatan yang masih kosong,” tegas dr. Christian.
Baik dr. Christian maupun Serena menekankan bahwa meskipun ketiga masalah tersebut tidak mungkin diselesaikan dalam waktu 100 hari, mereka berkomitmen untuk mulai bergerak membenahi wajah Kota Kupang sesuai dengan janji mereka selama kampanye.
Proses pemilihan perangkat daerah akan mengedepankan metode meritokrasi untuk memastikan terbentuknya tim kerja yang mampu mengikuti kecepatan dan lompatan yang ingin dilakukan oleh pasangan ini.
Ketika ditanya tentang sosok Sekretaris Daerah, dr. Christian menjelaskan bahwa pihaknya akan menyesuaikan dengan mekanisme yang berlaku dalam proses meritokrasi, termasuk uji kompetensi dari para kandidat yang ada.
“Dalam tempo 100 hari kerja, tentu tidak semua persoalan dapat kami selesaikan. Namun, kami berkomitmen untuk melakukan perubahan-perubahan kecil dan berani memulai dengan semangat kolaborasi serta semangat orang muda,” tambah Serena.
Serena juga menyatakan bahwa selain program prioritas tersebut, dirinya bersama dr. Christian akan fokus pada implementasi program pemerintah pusat, terutama program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah secara masif. Dalam hal anggaran, mereka bertekad untuk menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien demi kepentingan masyarakat Kota Kupang.






