Kampiunnews | Atambua – Tim sepak bola Bintang Timur Atambua disambut oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Anton Suri, beserta rombongan saat tiba di batas kota Atambua, Kamis (23/11/2023).
Tim Bintang Timur Atambus U-17 dipimpin manejer Serena cosgrova Francis baru saja tiba dari Bajawa, Kabupaten Ngada usai melakoni partai final Liga Pelajar Soeratin Cup U-17. Bintang Timur Atambua (BeTA) U-17 menduduki runner up dalam laga final melawan PSn Ngada U-17 di lapangan Lebijaga, Bajawa.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Belu, NTT mengapresiasi pencapaian tim sepak bola Bintang Timur Atambua.
“Mewakili masyarakat Belu, kami mengapresiasi capain anak-anak Bintang Timur Atambua. Keberhasilan ini turut mengharumkan nama Kabupaten Belu di cabang sepak bola,” kata Anton Suri kepada awak media.
Menurutnya, prestasi yang ditorehkan tim sepak bola merupakan sebuah langkah maju.
Mengingat, kata dia, sepak bola di kabupaten Belu mulai terdengar lagi lewat prestasi anak-anak Bintang Timur Atambua.
“Untuk itu, prestasi ini perlu kita syukuri dan apresiasi bersama,” ujar Anton.
Usai penerimaan tim BeTA Atambua di batas kota Nenuk-Lalia, Serena cosgrova Francis, pemain dan official menaiki jeep dan kendaraan terbuka diarak para fans mengelilingi kota Atambua.
Setibanya di Traning Ground Bintang Timur, iring-iringan yang terdiri dari kendaraan soda dua dan empat, disambut marching band SMA Negeri 1 Atambua dan ratusan masyarakat yang sudah menunggu disana.

Tiba di Traning Graound Bintang Timur, masyarakat dan pemain melakukan doa mensyukuri 9 tahun Sekolah Sepak Bola(SSB) Bintang Timur. SSB Bintang Timur didirikan Fary Djemi Francis 21 November 2014.
Menurut Manejer Tim Serena Francis, ulang tahun kali ini sangat special, kami rayakan dengan sejumlah agenda di Bajawa seperti, lounching SSB Bintang Timur Bajawa (BeTA Bajawa), pertandingan persahabatan bersama tim Citra Bakti Ngada di Kampus Citra Bakti, Mataloko, kunjungan ke SMAN 1 Bajawa dan SMAK Regina Pacis dan puncaknya kami rayakan bersama Paguyuban Belu-Malaka di Bajawa.
Flabio Soares, Crespo Hale, Alberto Soares, Gland Saputra Bili, Sandro Alfons yang saat ini, 9 tahun silam bersama kawan kawannya adalah anak-anak kampung sekitar SSB Bintang Timur Atambua yang tidak pernah membayangkan bisa bermain bola di level provinsi dan nasional pun internasional. Untuk menginjakkan kaki mereka di ibukota negara atau negara lain adalah hal yang tak terpikirkan. Namun sepak bola memungkinkan dan menjadi jalan mewujudkan impian mereka.
SSB BeTA yang hadir di tanah Belu 9 tahun silam dengan spirit membangun harapan di tanah perbatasan, perlahan namun pasti telah melahirkan harapan itu dan mewujudkannya. Crespo dan kawan-kawan tidak saja bermain bola di Kupang dan Jakarta. Mereka bahkan merasakan lapangan hijau dalam turnamen sepak bola pelajar “Gothia Cup” di China, di Malaysia, ” Singa cup” di Singapore.
Bahkan mereka memperkuat tim SSB Bintang Timur merasakan aura sepak bola di benua Australia bermain mewakili tim Indonesia pada Arafura cup Darwin. Crespo dan beberapa rekan BeTA Academy (Marthin asal Alor dan Erik asal Soe ) juga bisa mendapat kesempatan berlatih di Ajax Academy Amsterdam Belanda. Itu memang seperti mimpi. Tetapi sepak bola bisa membuat mimpi jadi kenyataan.
Di usia kesembilan ini, Manejer Bintang Timur Serena Francis bersama manajemen Bintang Timur Atambua, berterima kasih atas kepercayaan para orang tua yang berasal dari Belu, TTU, TTS, Malaka, Kupang, Flores dan Alor yang menitipkan anak-anaknya untuk dibina, ditempa di sekolah dan akademi sepak bola Bintang Timur Atambua. Kami juga berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, para mitra sponsorship sepak bola, para pelatih nasional, legenda sepak bola Indonesia, masyarakat gila bola dan publik sepak bola NTT untuk perhatian, dukungan dan kepedulian terhadap SSB dan Akademi sepak bola ini.
“Kami baru di anak tangga ke-9. Masih banyak asa yang harus digapai. Masih banyak mimpi yang mesti diraih. Masih banyak prestasi yang harus diukir. Masih banyak nilai yang mesti dipatri tidak saja di lapangan tetapi di hati. Teruslah mendukung kami. Hari ini dan besok, kami masih tetap sama dalam spirit: membangun harapan dari perbatasan melalui sepak bola,” ujar Serena saat menyampaikan refleksi 9 tahun Bintang Timur Atambua.
Tahun 2022 SSB dan Academy Bintang Timur mulai menampakkan hasil dari kerja keras pembinaan yang dilakukan di traning ground BeTA. Menjadi runner up Soeratin U-15 NTT di Atambua, dan salah satu pemain masa depannya Gerald Bili menjadi pemain terbaik. Tahun 2023 menjadi runner up kualifikasi Liga 3 Piala ETMC dan kembali Efraim Abi menjadi pemain terbaik mengalahkan pemain senior asal PSN Ngada Yoris Nono dan Rein Milo. Diajang Liga Pelajar Piala Soeratin U-17 tim dengan julukan Macan Batas keluar sebagai runner up dengan menyabet gelar tim terbaik.






