Kampiunnews|Morowali – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas 3 Bungku, Kabupaten Morowali, memainkan peran strategis dalam menjaga kelancaran aktivitas maritim, khususnya pengaturan lalu lintas kapal dan pengawasan kegiatan bongkar muat di wilayah tersebut. Selain itu, UPP Bungku juga bertanggung jawab memastikan aspek keselamatan dan kesehatan pelayaran, termasuk mendeteksi potensi penyebaran penyakit dari kapal yang berlabuh di kawasan pelabuhan industri tersebut.
Perwira UPP Bungku, Andi Arwin Yunus, menjelaskan bahwa kantor yang kini berdiri mandiri sejak 2023 itu sebelumnya merupakan wilayah kerja UPP Kelas 3 Kolonodale, Morowali Utara. Saat ini, UPP Bungku membawahi tiga wilayah kerja (Wilker), yakni Kaleroang, Wosu, dan Laroai.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas kapal, termasuk di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (Terum). “Saat ini ada 47 Tersus dan 6 Terum yang berada dalam pengawasan kami,” ujar Andi, Sabtu (4/4).
Ia menjelaskan, Tersus umumnya digunakan untuk kepentingan sendiri atau melayani kapal tertentu, sementara Terum dapat melayani kapal lain berdasarkan kontrak kerja sama resmi dari Kementerian Perhubungan RI.
Menurutnya, arus lalu lintas kapal di kawasan tersebut tergolong padat, dengan volume aktivitas bongkar muat mencapai ribuan ton setiap bulannya. Karena itu, setiap kapal yang akan berlayar wajib mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang diterbitkan setelah pemeriksaan dokumen secara menyeluruh.
“Dokumen diurus oleh agen kapal. Kami hanya menerbitkan SPB setelah semua persyaratan dinyatakan lengkap, kemudian dilanjutkan dengan pembayaran ke negara,” jelasnya.
Andi menambahkan, izin operasional Tersus dan Terum memiliki masa berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang. Saat ini, izin sejumlah terminal tersebut berlaku hingga 2028.
Sebagai pelabuhan industri, aktivitas di UPP Bungku didominasi oleh kapal pengangkut hasil tambang, terutama nikel. Selain itu, terdapat pula layanan transportasi penumpang melalui kapal tol laut yang menghubungkan Morowali dengan Kendari.
Dengan peran vital tersebut, UPP Bungku terus berupaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus logistik di salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.






