Kampiunnews | Jakarta – Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, telah meninggal dunia pada hari ini, Jumat (4/4/2025). Kabar duka ini menyentak seluruh umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang dan di Indonesia, mengingat kiprah beliau yang luar biasa dalam pelayanan gereja. Mgr. Turang dikenal sebagai sosok yang penuh kasih, bijaksana, dan selalu mengutamakan kepentingan umat.
Mgr. Petrus Turang, yang lahir pada 23 Februari 1947 di Tondano, Sulawesi Utara, menjabat sebagai Uskup Agung Kupang sejak 10 Oktober 1997 hingga 9 Maret 2024. Beliau ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyampaikan rasa duka mendalam dari masyarakat Kota Kupang atas wafatnya Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, yang jenazahnya disemayamkan di Gereja Katedral Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikannya saat melayat di Gereja Katedral, tempat jenazah Mgr. Petrus Turang disemayamkan, pada Jumat malam (4/4/2025).
“Semoga perjalanan monsinyur Turang di sisi Tuhan menjadi perjalanan yang terbaik, yang disertai dengan doa-doa dari kita semua terlebih masyarakat Keuskupan Agung Kupang,” ungkap Serena.
Serena menambahkan bahwa kepergian Mgr. Turang merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat di Keuskupan Agung Kupang.
“Selama masa jabatannya, beliau memberikan pengaruh besar dalam membangun dan memperkuat iman umat Katolik, serta turut aktif dalam berbagai kegiatan sosial di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Mgr. Petrus Turang juga dikenal dengan pendekatan pastoral yang sangat dekat dengan umat, menjadikannya sosok yang sangat dicintai,” lanjut Serena.
Selain Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, sejumlah tokoh dan pejabat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) juga tampak hadir di Gereja Katedral di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Petrus Turang. Di antara mereka adalah Wakil Gubernur NTT, Jony Asadoma, mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, serta Florecio Mario Viera, yang tiba di gereja tersebut sejak sore hari.
Selain itu, hadir pula anggota DPRD Provinsi NTT, Matheus Soares, dan Petrus Christian Mboik, yang turut melayat.

Viktor Bungtilu Laiskodat mengenang bahwa semasa dirinya menjabat Gubernur NTT, Mgr. Petrus Turang adalah seorang teman yang baik dan mitra yang sangat berarti bagi pemerintah daerah. Ia menggambarkan Mgr. Turang sebagai sosok yang sederhana, tetapi tegas dalam setiap langkahnya. “Monsinyur adalah teman baik saya, dan sebagai bentuk penghormatan, saya merasa wajib untuk melayat serta mendoakan keselamatan jiwanya,” ujar Viktor, yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Nasdem di DPR.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Mgr. Petrus Turang tidak hanya di kalangan umat Katolik, tetapi juga di seluruh lapisan masyarakat NTT.
Sebelum misa requiem yang diselenggarakan pada pukul 18.00 WIB, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disusul Menteri Agama Nazaruddin Umar hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Petrus Turang. Dalam kesempatan yang penuh haru tersebut, Prabowo mengenang sosok Mgr. Turang sebagai teladan yang selalu mencurahkan hidupnya untuk kepentingan umat, terutama rakyat kecil.
“Beliau adalah orang yang sangat baik. Selalu berpikir positif dan tanpa lelah bekerja untuk kesejahteraan rakyat kecil. Itu yang saya kenal dari beliau,” ujar Prabowo dengan penuh penghormatan saat ditemui di Katedral Jakarta. Kehadiran Presiden Prabowo menambah nuansa khidmat dalam prosesi penghormatan terakhir kepada almarhum, yang telah memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat dan gereja.
Jenazah almarhum Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, akan diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat malam dan kemudian diterbangkan ke Kupang pada Sabtu dini hari. Setibanya di Kupang, jenazah beliau akan disemayamkan di Katedral Kristus Raja Kupang, tempat di mana umat Katolik akan memberikan penghormatan terakhir.
Menurut informasi yang diperoleh media ini, jenazah Mgr. Petrus Turang nantinya akan dimakamkan berdampingan dengan makam Uskup Agung Kupang, Mgr. Gregorius Manteiro, SVD, yang meninggal pada 10 Oktober 1997. Prosesi pemakaman ini akan menjadi momen yang penuh haru bagi umat Katolik, sebagai penghormatan terhadap dua sosok pemimpin gereja yang telah banyak berkontribusi dalam pembangunan iman dan kehidupan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur.






