Kampiunnews|Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai moral serta toleransi.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri Perayaan Misa Syukur Perdana Pentahbisan Imam Baru RD. Petrus Krisologus Taitoh, Kamis (8/1), di Gereja St. Yoseph Pekerja, Kelurahan Penfui, Kota Kupang. Misa tersebut merupakan ungkapan syukur atas tahbisan RD. Petrus Krisologus Taitoh sebagai imam Keuskupan Agung Kupang yang sehari sebelumnya telah dilaksanakan secara khidmat.
Wali Kota menjelaskan bahwa meskipun terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemkot Kupang tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan melalui kebijakan efisiensi belanja. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru bagi pimpinan daerah dan DPRD. Dana hasil efisiensi tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai program sosial, termasuk bantuan bagi rumah ibadah lintas agama.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Keuskupan Agung Kupang atas peran dan kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berintegritas di Kota Kupang. Menurutnya, Gereja selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga nilai-nilai moral, toleransi, serta kehidupan spiritual masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Keuskupan Agung Kupang. Kontribusi Gereja sangat nyata dalam pembangunan Kota Kupang, khususnya dalam membangun iman dan spiritualitas umat,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga menyampaikan kebanggaannya atas pentahbisan sebelas imam baru Keuskupan Agung Kupang yang dilaksanakan sehari sebelumnya di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni. Ia berharap kehadiran para imam baru, termasuk RD. Petrus Krisologus Taitoh, dapat semakin memperkuat pelayanan pastoral dan pembinaan umat di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa panggilan imamat bukan tentang kedudukan atau kehormatan semata, melainkan tentang kesediaan untuk melayani dengan ketulusan, kesetiaan, pengorbanan, serta keberanian menyuarakan kebenaran meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Kolaborasi dan gotong royong adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dalam persatuan, kita akan menemukan kemenangan,” pungkas Wali Kota.
Sementara itu, RD. Petrus Krisologus Taitoh membagikan perjalanan panggilan imamatnya yang telah ditempuh selama kurang lebih 14 tahun, hingga akhirnya ditahbiskan sebagai imam Keuskupan Agung Kupang. Ia memulai perjalanan panggilannya pada tahun 2012 dengan memasuki Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi, kemudian melanjutkan pembinaan di Atambua, Seminari Tinggi, serta menempuh pendidikan filsafat.
Ia mengangkat motto imamatnya, “Engkau Telah Melakukannya untuk Aku”, sebagai landasan pelayanan yang menempatkan Tuhan sebagai pusat dan memandang setiap orang sebagai perwujudan kasih Kristus. Tekadnya semakin mantap pada 8 Desember 2016 saat menerima jubah rohaniwan, hingga akhirnya ditahbiskan sebagai imam pada 6 Januari 2026 oleh Uskup Agung Kupang di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.
RD. Petrus mengakui bahwa pergumulan terberat dalam panggilan imamatnya adalah menyadari keterbatasan diri. Namun, melalui bimbingan para pembina serta pengalaman langsung di medan pelayanan, ia terus bertumbuh menjadi imam yang setia, berdedikasi, dan bermanfaat bagi Gereja dan umat.
Perayaan Misa Syukur Perdana ini turut dihadiri Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui sekaligus Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Krispinus Saku; Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Erick Fkun; Ketua Unio Keuskupan Agung Kupang, RD. Bob Muda; Ketua Panitia Misa Perdana, Gabriel Pakaenoni; para imam konselebran, biarawan-biarawati, seminaris, serta umat Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.






