Kampiunnews I- Jakarta- Pertemuan ketua DPP PDI-P, Puan Maharani dan Ketum Partai Demokrat, AHY disambut baik partai Demokrat.
Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon dalam cuitannya mengatakan
menyambut gembira dan sukacita pertemuan ini setelah komunikasi resmi terakhir kedua partai puluhan tahun lalu. Pernyataan Jansen menegaskan kebekuan yang dialami selama ini antara Megawati Soekarnoputri dan SBY.
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama ini mengalami pasang surut. Jika ditarik ke ranah politik kedua mantan presiden ini memiliki catatan sejarah yang panjang. Kala Megawati Soekarnoputri menjabat presiden, Menteri Koordiantor Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dipercayakan kepada SBY. Namun, setelah Pemilu Presiden 2004, mereka terlihat renggang. Keduanya seolah saling menghindar.
Karena itu Jansen Sitindaon menilai pertemuan kedua anak presiden hari ini dianggapnya sebagai saksi sejarah. Selain itu juga sebagai generasi baru dan semangat baru. “Hari ini melihat langsung, menjadi saksi mata dan sejarah pertemuan Mbak Puan- Mas AHY. Dilanjutkan pembicaraan 4 mata antar mereka berdua berlangsung lebih dari 1 jam, “tulis Jansen Minggu (18/6/2023).
Kendati demikian Jansen menegaskan kembali sikapnya bahwa posisi Partai Demokrat sampai hari ini masih setia di koalisi perubahan. Diketahui koalosi perubahan terdiri dari Partai Demokrat, Nasdem dan PKS). Koalisi Tri parpol tersebut mengusung Anies Baswedan sebagai Capres. Namun melihat kondisi kekenian sebagai kader mengapresiasi betul pertemuan Puan dan AHY hari ini.
“Ini pertemuan untuk kebaikan bersama dan bangsa. Apakah akan ada pertemuan berikutnya sebagaimana disampaikan di konpers? Kita lihat nanti,” tandanya.
Publik hari ini disuguhkan dengan pertemuan Puan Maharani dan AHY di Gelora bung Karno tadi pagi. Belum diketahui isi pertemuan tersebut. Menurut Jansen hanya Puan Maharani dan AHY yang mengetahuinya.
“Yang hanya Mbak Puan dan mas AHY yang lebih tau isinya. Semangatnya rekonsiliasi, setelah hampir 20 tahun “kebekuan”. Soal cairnya akan sampai sejauh mana? Kita lihat nanti,” ujarnya.
“Bagi saya pribadi, mau apapun hasilnya, saya menyambut gembira dan sukacita pertemuan ini setelah komunikasi resmi terakhir kedua partai puluhan tahun lalu,” pungkasnya.






