Kampiunnews|Kupang – Partai Golkar menegaskan bahwa evaluasi terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah apakah dipilih oleh DPRD atau tetap melalui pemilihan langsung sedang dilakukan secara serius. Menurut Partai Golkar, banyak masukan publik yang mendukung opsi pemilihan kepala daerah oleh DPRD.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Minggu (7/12/2025).
“Banyak yang memberikan masukan kepada kami agar kepala daerah dipilih oleh DPRD. Ini bukan wacana yang muncul tiba-tiba. Ketua umum kami sudah menyampaikan hal tersebut pada HUT Partai Golkar lalu,” kata Sarmuji.
Ia menilai bahwa pemilihan langsung sering memunculkan fragmentasi sosial yang tajam. Bahkan, tidak jarang konflik politik di tingkat lokal merembet hingga memecah hubungan antarwarga maupun dalam rumah tangga.
“Walaupun sering mendapat kritik, dukungan agar pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD cukup besar. Karena itu, kemungkinan penerapan sistem tersebut terbuka,” ujarnya.
Sarmuji juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan pemisahan antara penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu penjelasan resmi pemerintah mengenai aspek administratif dari putusan tersebut.
“Putusan MK memang mengikat, tetapi pelaksanaannya tetap memerlukan keputusan administratif dari pemerintah. Sampai hari ini, belum ada jawaban resmi pemerintah mengenai tindak lanjut putusan itu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji juga mengapresiasi kinerja DPD Partai Golkar NTT di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena, yang berhasil mencatat prestasi di semua event politik, pileg, pilkada, hingga pilpres. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan penunjukan Melki Laka Lena sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Musda XI Partai Golkar NTT akhirnya menetapkan Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTT periode 2025–2030. Dengan demikian, Alain resmi menggantikan Emanuel Melkiades Laka Lena yang kini menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur.
“Pak Melki berhasil membawa Golkar meraih banyak kemenangan di NTT. Atas prestasi itu, beliau diberikan penugasan sebagai Wakil Ketua Umum DPP Bidang Pemenangan Indonesia Timur agar bisa lebih fokus, apalagi tugas beliau sebagai Gubernur NTT juga sangat berat,” ujar John Oematan, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT.
John Oematan mengapresiasi langkah Ketua Umum Partai Golkar yang menempatkan Melki Laka Lena dalam posisi strategis di DPP. Menurutnya, tanggung jawab yang diemban Melki kini jauh lebih besar karena harus memastikan kemenangan Partai Golkar di sejumlah provinsi di Kawasan Timur Indonesia.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTT, John menegaskan bahwa Melki tetap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan arah kepemimpinan Partai Golkar di NTT. Ia terus mendampingi proses konsolidasi organisasi agar mesin partai di tingkat daerah tetap bergerak solid dan terkonsolidasi dengan baik.






