Kampiunnews | Jakarta – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Gubernur NTT dan akan berkonsentrasi sebagai calon legislative (Caleg) di daerah pemilihan NTT 2. Surat pengunduran sebagai Gubernur NTT sudah dikirim ke Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri.
“Benar, gubernur sudah mengajukan surat pengduruan diri dari dan suratnya masih di Sekretariat Kepresidenan,“ jelas Wakil Gubernur Dr. Drs. Joseph A. Nae Soi dilansir expontt.com.

Rencana mundurnya Viktor Bungtilu Laiskodat dari kursi gubernur NTT mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) dan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia), Gabriel Goa di Jakarta, Kamis, (22/6).
“Momentumnya tidak tepat. Mengajukan pengunduran diri disaat maraknya kasus human trafficking, korupsi berjamaah dan perampokan hak-hak ekosob voice of the voiceless NTT. Viktor sedang memperlihatkan kepada publik bahwa dirinya kabur dari tanggungjawab dan mencari aman,” tegas Gabriel.
Menurut Gabriel, langkah Viktor Laiskodat persis seperti Pilatus, mau cuci tangan dari semua persoalan yang dihadapi di NTT.
“Harusnya Viktor Bungtilu Laiskodat mempertanggungjawabkan program kerjanya hingga berakhir masa jabatannya September 2023 di hadapan DPRD NTT sebagai wakil rakyat NTT,” ujar Gabriel.
Kami meminta pertanggungjawaban publik para pemimpin di NTT yang mengabaikan jeritan tangis rakyat NTT dan membiarkan NTT semakin terpuruk dengan julukan darurat human trafficking, darurat stunting dan darurat korupsi hak-haknya orang miskin NTT secara berjamaah.
Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA dan KOMPAK INDONESIA mendesak Presiden RI Jokowi dan Menteri Dalam Negeri M.Tito Karnavian agar menolak niatan Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat.
PADMA Indonesia juga mendesak DPRD NTT, agar segera melaksanakan Sidang Istimewa, meminta pertanggungjawaban gubernur NTT atas status NTT sebagai provinsi darurat human trafficking, provinsi darurat stunting, darurat korupsi dan juga terkait penyalahgunaan jabatan dalam kasus Bank NTT yang sedang digugat di Pengadilan.
PADMA juga mendesak KPK RI agar segera melakukan penyelidikan serius terhadap kasus-kasus tindak pidana korupsi berjamaah di NTT.
Gabriel mengajak solidaritas rakyat NTT dan Pers untuk mengawal Presiden Jokowi menolak permohonan pengunduran diri Viktor B.Laiskodat sebagai Gubernur NTT dan mendesak DPRD NTT untuk melakukan Sidang Istimewa secepatnya.
“Jika tidak DPRD tidak melakukan maka saatnya rakyat tidak memilih lagi mereka di Pileg 2024 bahkan Pilkada 2024,” tegas Gabriel Goa.






