Kampiunnews I Jakarta – Para ketua umum parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung bakal capres Prabowo Subianto akan menggelar pertemuan, besok. Sekjen Partai Gelora, Mahfudz Sidik, hari ini mengatakan pertemuan akan mematangkan calon wakil presiden, mengingat waktu pendaftaran sudah dekat, 19-25 Oktober 2023. Putra Presiden Jokowi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon terkuat pendamping Prabowo Subianto. Menanggapi pencalonan Gibran yang masih berumur 36 tahun, Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono mengatakan, pengalaman dan kemampuan dalam menjalankan roda organisasi apalagi negara, jangan dilihat hanya dari umur. Usia tidak selalu menjadi jaminan kemampuan dalam memimpin.
Bakal capres Prabowo Subianto, kemarin mengatakan, banyak rakyat yang ingin dirinya menggandeng putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Dia tidak menampik Gibran masih muda dan belum lama memasuki dunia politik praktis. Meski begitu, kata dia, keinginan rakyat harus didengar. Secara implisit dia mengakui Gibran salah satu kandidat cawapresnya. Oleh sebab itu, dia dan ketua umum partai KIM akan menunggu keputusan MK terkait usia minimal capres-cawapres, yang akan diumumkan pada Senin, 16 Oktober 2023. Prabowo juga mengungkapkan, dia sudah mengundang Gibran bertemu dalam waktu dekat.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, mulusnya jalan Gibran Rakabuming Raka di panggung politik tidak lepas dari privilege sebagai putra dari Presiden Jokowi. Adi mengatakan meski Gibran belum genap 3 tahun menjabat sebagai Wali Kota Solo, namun dia sudah ditawari menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto. Dari hal itu, Adi menyebut bahwa untuk bisa menjadi calon pemimpin di negara ini tidak diperlukan usia dan pengalaman yang matang, melainkan kedekatan dengan kekuasaan untuk diprioritaskan. Menurut Adi, posisi bakal cawapres bukan sekadar pelengkap bakal capres, namun seharusnya diisi oleh orang yang berpengalaman. Pencawapresan Gibran seolah mengesampingkan nama-nama tokoh berpengalaman, seperti Ketum Golkar, Airlangga Hartarto; Menteri BUMN, Erick Thohir; dan Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra.
Sementara itu mantan politisi Nasdem, Zulfan Lindan, meyakini Presiden Jokowi mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dengan mengungkap tanda-tandanya, antara lain relawan Pro Jokowi (Projo) sejak Juni 2022 sudah mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo dan kehadiran Presiden Jokowi pada acara Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo.
Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP) menunjuk Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto, sebagai Deputi Politik 0.5. Menurut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di kantor TPN GP Jakarta Pusat, kemarin, penunjukan Andi selaku pejabat negara aktif sudah dikonsultasikan kepada Jokowi. Andi merupakan bagian Tim 11 untuk pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014. Dia kemudian sempat menjabat Sekretaris Kabinet (Seskab) selama sekitar satu tahun hingga kemudian digantikan oleh Pramono Anung. Sejak 22 Februari 2022, Andi menjabat sebagai Gubernur Lemhanas.
Sementara itu, merespons tawaran dari TPN GP untuk masuk dalam tim tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, hari ini di Solo mengatakan sudah memberi jawaban kepada Ketua TPN GP Arsjad Rasjid bahwa dia perlu berkonsultasi dengan keluarga lebih dulu. Dia mengaku bertemu terakhir dengan Arsjad saat Rakernas IV PDIP di Jakarta, akhir September lalu. Gibran pernah mengatakan bahwa jika dia menjadi anggota TPN GP berarti harus cuti lama sebagai wali kota Solo.






