Kampiunnews | Jakarta – Laga semifinan EURO 2024 akan dibuka di Alianz Arena Munchen yang mempertemukan Spanyol vs Perancis pada tanggal 10 Juli 2024.
Spanyol yang atraktif dan produktif akan ditantang Prancis yang efektif dan solid dalam bertahan. Tim Matador Spanyol yang produktif dengan 11 gol dipaksa untuk menyeruduk kokohnya benteng Ayam Jantan Prancis yang baru kebobolon satu gol selama gelaran EURO 2024.
Lini serang La Foria Roja akan menemui ujian maha berat menghadapi lini pertahanan Ayam Jantan Prancis. Namun bagi La Foria Roja mengalahkan anak asuh Didier Deschamps adalah sebuah misi agung.
Spanyol masih punya luka yang membekas saat dicampakkan di final UEFA Nation League 2021. Ya saat itu Spanyol asuhan Luis Enrique kalah. Kini saatnya aroma balas dendam tertanam dalam jiwa para punggawa La Foria Roja.
Kalau berkaca dari head to head, Spanyol punya modal sejarah untuk mengalahkan Les Bleus. Dari 36 laga, Spanyol menang 16 kali dan Prancis hanya menang 13 kali, sisanya berakhir seri.
Tak hanya head to head saja, Spanyol pun harusnya percaya diiri kalau berkaca pada performanya sejak fase grup. Hanya Spanyol lah tim yang punya rekor kemenangan 100 persen tanpa adu pinalti di EURO 2024.
Soal gol, Spanyol tim yang paling produktif dengan 11 gol. Tidak hanya gol, Spanyol merupakan tim yang paling banyak melakukan tembakan ke arah gawang di EURO 2024 dengan 102 percobaan.
Melihat statistik mentereng Spanyol, jelas Prancis harus waspada, apalagi Prancis melaju ke semifinal dengan permainan kurang meyakinkan. Banyak publik Prancis menilai performa Les Bleus di EURO 2024 kali ini tidak sesuai ekspektasi. Permainannya tidak seperti Piala Dunia 2022.
Prancis hanya bisa ciptakan 3 gol saja di EURO 2024, itupun karena faktor keberuntungan. Dua dari gol bunuh diri lawan dan satu dari titik putih pinalti. Belum ada gol yang diciptakan anak asuh Didier Deschamps lewat skema open play.
Pada laga nanti Didier Deschamps tetap mengandalkan kokohnya pertahanan untuk membendung gempuran banteng-banteng Spanyol. Hanya itulah kelebihan Les Bleus di EURO 2024. Terbukti William Saliba dan kawan kawan baru kebobolan sekali saja, itupun lewat titik putih saat melawan Polondia.
Spanyol tak akan diperkuat tiga pemain intinya yakni, Le Normand, Carvajal dan Pedri. Berbeda dengan Prancis yang tak satupun pemainnya absen di laga semifinal nanti.
Luis de la Fuente kemungkinan akan menunjuk Nacho Fernandez menggantikan Le Normand di posisi bek tengah. Sementara posisi Pedri akan digantikan oleh Dani Olmo yang tampil cemerlang saat menjungkalkan Jerman.
Namun yang jadi masalah, posisi Carvajal yang kemungkinan akan digantikan oleh Jesus Nafas. Pemain gaek berusia 38 tahun tersebut jika diturunkan akan head to head dengan Kylian Mbappé. Peluangnya fifty – fifty tergantung mental siapa yang lebih siap nanti.
Spanyol tak ingin lagi seperti semifinal EURO 2020 lalu. Begitupn Prancis yang menggebu untuk mencapai final ke-4 mereka setelah UERO 2016, Piala Dunia 2016 dan 2022.
Selang sehari laga Spanyol vs Prancis tanggal 11 Juli 2024 di Signal Iduna Park atau Westfalenstadium di Strobelallee akan tersaji duel maha dasyat lainnya antara Belanda vs Inggris.
Belanda yang tampil agresif dan produktif akan menghadapi tim Inggris asuhan Gareth Southgate yang baru mencetak 5 gol.
Inggris lolos ke semifinal lebih banyak hokinya dari pada tampil dengan performa menawan. Beda dengan Belanda yang mencapai semifinal dengan tren performa yang cebderung naik sejak dari babak penyisihan grup.
Bicara head to head, dari 22 laga, Belanda menang 7 kali, sementara Inggris hanya 6 kali. Selain itu Belanda punya memori indah di EURO 1988 Jerman. Satu-satunya trophy mayor the orange adalah EURO 1988 di Jerman. Dan diajang tersebut, Belanda sempat mempecandungi Inggris di fase grup.
Pada pertemuan terakhir, Inggris asuhan Gareth Southgate juga takluk oleh Belanda racikan Ronald Koeman di semifinal UEFA National League 2019.
Dari berbagai catatan tersebut Belanda punya modal sejarah untuk bisa memulangkan Inggris. Namun bagi The Three Lions, catatan tersebut hanya dianggap sebagai masa lalu.
Di laga nanti Gareth Southgate akan mempertahnkan tak tik 3 bek yang dipakai melawan Swiss ataukah kembali ke format awal 4 bek. Tidak adanya pemain yang absen dari ke-2 kubu juga memudahkan ke-2 pelatih meracik komposisi pemain terbaiknya.
Koeman akan tetap mengandalkan the winning tim mereka saat melawan Romania dan Turki. Cody Gakpo masih menjadi andalan di lini depan, pemain Liverpol tersebut masih berambisi untuk menggejar gelar top skor.
Jude Bellingham masih jadi kartu truff bagi Gareth Southgate. Kembalinya bek tangguh Marc Guehi dari akumulasi kartu akan memperkokoh lini belakang Inggris.
Baik Belanda maupun Inggris sama-sama punya kekuatan dan kelemahan yang bisa dimanfaatkan. namun yang pasti, kita semua berharap dua laga semifinal nanti akan menyajikan permainan yang seru, menghibur dan tak membuat mata ngantuk.
Begitupun laga yang akan tersaji di final, kita semua berharap akan disajikan laga final yang sengit, seru dan dramatis. Bisa jadi laga final piala dunia 2010 antara Belanda vs Spanyol terulang kembali. Begitupun laga ulangan babak Grup D antara Belanda vs Prancis. Selain itu bisa jadi dua kiblat liga terbaik di dunia antara Spanyol dan Inggris berjumpa. Atau jangan-jangan justru dua tim yang buat mata kita ngantuk seperti Prancis dan Inggris yang berlaga di parta pamungkas.






