Kampiunnews | Jakarta – Rapat Kerja Nasionala (Rakernas) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8/2024). Saat ini GEKIRA dinahkodai Ketua Umum Farry Djemy Francis, anggota DPR RI periode 2014-2019.
Rakernas GEKIRA juga dihadiri Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Dewan Pembina Hashim Djojohadikusumo. Sebelum Rakernas, diadakan dialog kebangsaan menghadirkan pembicara, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan antara Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia, Romo Agustinus Heri Wibowo, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, dan Agnes Marcellina Tjin dari pimpinan Pusat Gekira.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo Subianto adalah tokoh yang mampu menjaga kebhinekaan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan ini hanya dapat dicapai jika setiap kader Gerindra menjaga perjuangan dan kemenangan partai dengan menghindari pragmatisme atau kepentingan jangka pendek yang dapat merugikan partai.
“Kita inginkan pemimpin yang bisa jaga kelangsungan, kebersamaan kita berbangsa bernegara. Kita ingin menjaga kerukunan, menjaga kebhinekaan, dan sosok Prabowo Subianto adalah sosok yang bisa kita yakini untuk bisa menjaga itu semua. Kita sekarang diuji dengan sebuah kemenangan. Ujian kemenangan jauh lebih berat dari pada kekurangan dan keterbatasan. Ujian kemenangan berarti ada harapan,” kata Muzani dalam sambutannya.
Muzani menjelaskan bahwa tantangan untuk menjaga kemenangan jauh lebih berat dibandingkan dengan tantangan sebelum Prabowo terpilih sebagai presiden. Kemenangan dalam pemilu, menurut Muzani, adalah ujian yang paling sulit karena harus terus menjaga kepercayaan rakyat, mengingat suara rakyat adalah suara Tuhan. Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh kader Gerindra untuk tidak terjebak dalam kepentingan jangka pendek atau pragmatisme yang dapat merusak simpati publik terhadap partai.
“Kita sering terjebak kepentingan jangka pendek yang menyebabkan simpati publik simpati rakyat jadi berkurang. Kita harus jauhkan pragmatisme hedonisme dan kita harus jaga Pak Prabowo, kita harus jaga beliau sebagai orang yang bisa menjaga perjuangan dan kepercayaan rakyat,” tambahnya.
Sejatinya, menurut Muzani, seorang wakil rakyat baik di level eksekutif sebagai presiden dan level legislatif sebagai anggota DPR harus bisa menerapkan sifat-sifat ketuhanan. Jika sifat-sifat ketuhanan tidak dipraktikan oleh seorang wakil rakyat, maka rakyat akan kecewa dan marah. Itu sebabnya, Muzani meminta kepada setiap anggota DPR Gerindra yang terpilih baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota harus bisa menerapkan sifat-sifat ketuhanan dalam memperjuangkan aspirasi rakyatnya.
“Itu sebabnya kita harus berusaha menghadirkan praktek kekuasaan dalam pikiran kita bahwa Tuhan selalu mengawasi proses jalannya pemerintahan. Maka itu saudara harus suarakan hati nurani dan terapkan sifat-sifat ketuhanan agar teman-teman terus mawas diri,” jelas Muzani.
Muzani menambahkan, rakyat sangat menaruh harapan besar terhadap pemerintahan Prabowo ke depan dalam menjadikan Indonesia adil dan makmur. Harapan besar rakyat itu, kata Muzani, rasanya akan bisa diwujudkan oleh Prabowo. Itu terlihat dari respons pemimpin dunia yang menerima Prabowo dalam kunjungan kenegaraannya beberapa waktu lalu.
“Pak Prabowo sekarang belum dilantik beliau sebagai presiden terpilih begitu dihormati oleh pemimpin dunia. Belakangan kita lihat Presiden Rusia Putin duduk sejajar memberikan jempolnya kepada Pak Prabowo dalam kunjungan beliau. Presiden Turki Erdogan yang memberikan pernghormatan kepada Pak Prabowo.
Pak Prabowo juga mendapatkan penghormatan yang luar biasa dalam kunjungannya di Perancis. Dan kita semua yakin Pak Prabowo adalah sosok pemimpin yang mendapat penghormatan dari dunia internasional karena kepiawaian beliau berkomunikasi dan personalitynya. Inilah Soekarno baru atau The New Soekarno bagi Indonesia,” tutup Muzani.

Sementara itu, Ketua Umum GEKIRA, Fary Djemy Francis, dalam arahannya menyampaikan mengenai posisi strategis GEKIRA di Partai Gerindra. Ia menekankan bahwa GEKIRA memiliki peran penting dalam mendukung visi dan misi partai, serta memperkuat basis dukungan di kalangan masyarakat Kristiani. Fary juga menegaskan komitmen GEKIRA untuk terus berkontribusi dalam perjuangan Partai Gerindra, khususnya dalam upaya menjaga kebhinekaan dan memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Saya perlu menegaskan lagi, mengapa GEKIRA harus lahir dan menjadi bagian dari perjuangan kita. Ada dua alasan penting. Pertama, GEKIRA adalah wadah bagi orang-orang Kristen untuk melibatkan diri dalam politik. Pelibatan diri dalam politik ini bisa sebagai orang-orang yang dipersiapkan dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin legislative maupun eksekutif dan bisa juga sebagai aktivis sosial yang melakukan karya-karya sosial.
Kedua, GEKIRA adalah sarana dan corong Partai Gerindra untuk memperjuangkan nilai-nilai kekristenan universal yang diakui dan dihidupi oleh Partai Gerindra. GEKIRA adalah kolektivitas kader-kader Kristen yang terpanggil untuk melakukan perubahan-perubahan positif bagi rakyat, bangsa dan negara melalui Partai Gerindra.
Mengakhiri pesannya, Farry menambahkan bahwa setiap kader harus berkomitmen untuk terus bekerja keras demi kesejahteraan bangsa dan negara, serta tetap setia pada visi dan misi Partai Gerindra. Dengan demikian, partai dapat terus memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.






